Pagi Ini Rupiah Stagnan di Posisi Rp14.241 per Dolar AS

Kamis , 13 Juni 2019 | 10:13
Pagi Ini Rupiah Stagnan di Posisi Rp14.241 per Dolar AS
Sumber Foto Dok/Ist
Ilustrasi Rupiah
POPULER
Darmin Pastikan 1 Juli Harga Tiket Pesawat Turun

JAKARTA - Nilai tukar rupiah tak bergerak dari posisi Rp14.241 per dolar AS pada Kamis (13/6/2019) pagi. Posisi ini stagnan dari Rabu (12/6/2019).

Sementara, sejumlah mata uang Asia justru berhasil memanfaatkan sentimen untuk berada di zona hijau alias menguat dari dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,02 persen, dolar Hong Kong 0,03 persen, dan baht Thailand 0,05 persen.

Namun, beberapa mata uang lainnya justru tertahan di zona merah, seperti won Korea Selatan yang melemah 0,17 persen, ringgit Malaysia minus 0,12 persen, yen Jepang minus 0,01 persen, dan peso Filipina minus 0,01 persen.

Berbeda, seluruh mata uang utama justru kompak menguat dari mata uang Negeri Paman Sam. Dolar Australia menguat 0,01 persen, franc Swiss 0,01 persen, euro Eropa 0,03 persen, poundsterling Inggris 0,03 persen, dolar Kanada 0,08 persen, dan rubel Rusia 0,22 persen.

Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp14.200-14.305 per dolar AS dengan kecenderungan menguat pada hari ini. Sebab, rilis data inflasi AS hanya sebesar 0,1 persen pada bulan lalu.

Angka inflasi itu sejatinya sesuai dengan ekspektasi pasar, namun mengonfirmasi ada perlambatan dari bulan sebelumnya sebesar 0,3 persen. "Perlambatan ini semakin memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed," katanya, Kamis (13/6/2019) seperti dikutip cnnindonesia.com.

Selain itu, sentimen datang dari potensi berkembangnya eskalasi perang dagang dari AS. Bila sebelumnya perang dagang lebih fokus ke China lantaran AS memiliki defisit perdagangan yang tinggi dari China, kini pasar membaca perang dagang juga akan dilancarkan Presiden AS Donald Trump ke Jepang dan Eropa.

Sementara sentimen dari dalam negeri sudah mulai habis. Dini mengatakan kemungkinan sentimen baru akan muncul pada pekan depan jelang pengumuman tingkat suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI)."Meski kelihatannya belum waktunya BI menurunkan suku bunga karena menunggu The Fed lebih aman," dia menambahkan.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load