Biaya Listrik MRT Rp 12 Miliar per Bulan

Selasa , 19 November 2019 | 19:30
Biaya Listrik MRT Rp 12 Miliar per Bulan
Sumber Foto : Istimewa
MRT Jakarta

JAKARTA - PT MRT Jakarta mengeluarkan anggaran sekitar Rp12 miliar per bulan untuk membayar tagihan listrik kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) guna menjamin pelayanan serta operasional tak terganggu.

“Beban kita untuk listrik cukup tinggi karena sebulan sekitar Rp12 miliar,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Korporasi MRT Jakarta Tuhiyat dalam paparannya di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Tuhiyat mengatakan pihaknya telah meneken kontrak dengan PLN untuk penyediaan listrik tingkat “silver class” atau diprioritaskan dibanding layanan untuk area komersial lainnya.

“Kontrak kita dengan PLN kalau di UU BUMN itu beda, murah, ini enggak. Justru lebih mahal dari ‘commercial’ biasa karena kita ‘priority’, yang lain mati (listrik) kita enggak, kecuali ‘blackout’ (mati listrik total) seperti kemarin,” katanya.

Dia mengatakan ketersediaan listrik di MRT Jakarta ditopang oleh dua gardu PLN.

“Meskipun mati, kita hidupnya lebih cepat lima jam setelahnya, yang lain baru besoknya,” ujarnya.

Tuhiyat menuturkan selain listrik (10 persen), komponen beban terbesar di antaranya yang pertama adalah penyusutan aset (42 persen), kemudian gaji dan tunjangan karyawan (22 persen), upah pegawai kontrak atau “outsourching” (11 persen), jasa konsultan dan asuransi (tiga persen), sewa kantor dan kendaraan (dua persen) dan pelatihan dan pengembangan (satu persen). (E-3/ant)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load