Sri Mulyani Heran Ada Penyelundupan Harley Davidson Melalui Garuda

Selasa , 03 Desember 2019 | 18:18
Sri Mulyani Heran Ada Penyelundupan Harley Davidson Melalui Garuda
Sumber Foto: SH/Satryo Yudhantoko
Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA - Menteri Keuangan (Kemenkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku heran dengan adanya penyelundupan onderdil motor sport Harley Davidson di dalam pesawat baru Garuda Indonesia berjenis A300-900 Neo pada 29 November 2019.

Pasalnya, pemerintah telah memberikan sejumlah keringanan terkait bea cukai barang ekspor dan impor untuk para pengusaha.

"Sering kami sebagai pemerintah mendengar dari dunia usaha meminta suatu kemudahan. Dan kita memformulasikan policy kemudahan. Begitu kita buat kemudahan, ada saja penumpang gelapnya, menggunakan hal itu untuk berbuat penyelundupan. Dilema seperti ini selalu kita hadapi terus-menerus," ungkap Sri dalam acara peringatan Hari Anti Korupsi Dunia, di Kantor DJP, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).

Kemenkeu sendiri tengah mendalami dan menginvestigasi kasus tersebut. Sebab masih banyak bentuk kecurangan lainya seperti kasus Jastip (jasa titip) yang merupakan jasa untuk pembelian barang-barang titipan melalui media sosial.

Kegiatan ini beberapa di antaranya ditengarai masuk kategori penyalahgunaan untuk membawa barang impor ilegal dari satu negara ke negara lain. "Seperti kecurangan serupa melalui jastip dengan barang-barang yang lebih kecil," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jendral Bea dan Cukai Heru Pambudi juga mengaku telah melakukan investigasi dan akan selesai dalam satu sampai dua hari ke depan.

"Kami sedang dalami. Mungkin satu-dua hari (selesai). (Diketahui dari tanggal 29 November 2019) berarti tinggal satu hari lagi," ujar Heru.

Untuk melakukan pendalaman, lanjut Heru, pihaknya akan meminta penjelasan sejumlah pihak, termasuk dari pihak Garuda Indonesia sebagai pengangkut kendaraan tersebut. Namun, Heru masih belum dapat menjelaskan temuan awal dari investigasi tersebut.

Lebih lanjut, Heru menyatakan akan melakukan pengawasan yang lebih ketat lagi melalui Bea dan Cukai. Lanjutnya dia meminta Bea dan Cukai meningkatkan kemampuanya dalam mengetahui modus-modus baru penyelundupan barang ilegal. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan negara lain.

"Kami akan terus meningkatkan MoU kerja sama Bea Cukai dengan negara lain, seperti Singapura, misalnya," pungkasnya. (Ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load