BI Akui Potensi Pertumbuhan Terpengaruh

Kamis , 17 Mei 2018 | 22:58
BI Akui Potensi Pertumbuhan Terpengaruh
Sumber Foto Istimewa
Doddy Budi Waluyo

JAKARTA--Bank Indonesia (BI) mengakui kenaikan suku bunga acuan senilai 0,25 persen menjadi 4,5 persen pada Mei 2018 akan sedikit mengurangi potensi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini.

Meskipun terjadi sedikit (slightly) penurunan itu, Bank Sentral masih meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 tetap berada di rentang 5,1 hingga 5,5 persen (yoy), kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis malam. "Meskipun ada perubahan kenaikan 25 basis poin, kami masih tetap menghitung pertumbuhan di 5,1-5,5 persen, mungkin hanya slightly turun dari angka proyeksi kita sebelum ada perubahan suku bunga kebijakan," ujar Dody.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia telah memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan BI menjadi 4,5 persen. Angka itu naik 25 basis poin (bps). Sementara itu, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 3,75 persen. Kemudian, Lending Facility juga naik 25 basis poin menjadi 5,25 persen. “Berlaku efektif sejak 18 Mei 2018," ucap Gubernur BI, Agus Martowardojo, Kamis (17/5).

Pertumbuhan ekonomi di sisa tahun 2018, lanjut Dody, akan didorong pergerakkan investasi dan juga konsumsi rumah tangga. Kontribusi konsumsi akan terdorong oleh belanja pemerintah dan momentum penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di tahun ini.

Meskipun suku bunga naik, Dody mengemukakan, investasi swasta diyakini masih terjaga. "Dari sisi investasi, akan ada yang dilakukan oleh swasta nonbangunan dan akan punya pengaruh positif untuk menjaga investasi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Konsumsi rumah tangga di kuartal I 2018 masih tumbuh di bawah lima persen, sedangkan investasi atau Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh nyaris delapan persen.

Bank Sentral juga mengaku penaikkan suku bunga acuan untuk mencegah tingkat pelemahan rupiah yang lebih dalam.

 

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Mei 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan BI menjadi 4,5 persen. Angka itu naik 25 basis poin (bps).

Sementara itu, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 3,75 persen. Kemudian, Lending Facility juga naik 25 basis poin menjadi 5,25 persen.

“Berlaku efektif sejak 18 Mei 2018," ucap Gubernur BI, Agus Martowardojo, dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis 17 Mei 2018. News) –

 



Sumber Berita:Antaranews.com

Tags :

KOMENTAR