Tanda-tanda Rupiah Melemah Hari Ini

Kamis , 11 Oktober 2018 | 07:40
Tanda-tanda Rupiah Melemah Hari Ini
Sumber Foto Istimewa
Ilustrasi

JAKARTA--Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Pasalnya, tanda-tanda pelemahan rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). 

Pada Kamis (8/10/2018) pukul 07:23 WIB, berikut kurs dolar AS di pasar NDF dibandingkan penutupan pasar spot hari sebelumnya seperti dikutip dari Reuters: 

Periode Kurs 10 Oktober (16:00 WIB) Kurs 11 Oktober (07:23 WIB)
1 Pekan Rp 15.235 Rp 15.275
1 Bulan Rp 15.340 Rp 15.370
2 Bulan Rp 15.438 Rp 15.468
3 Bulan Rp 15.540 Rp 15.570
6 Bulan Rp 15.810 Rp 15.825
9 Bulan Rp 16.035 Rp 16.070
1 Tahun Rp 16.280 Rp 16.325
2 Tahun Rp 17.044,9 Rp 17.062

 
Rupiah mampu menguat 0,18% di perdagangan pasar spot pada penutupan perdagangan kemarin. Mata uang Tanah Air menjadi yang terbaik di Asia.

Dikutip dari CNBC Indonesia, NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London. 

Kurs rupiah di pasar NDF cenderung depresiatif karena diperdagangkan di luar negeri. Namun aura yang dibawa NDF seringkali menular ke pasar spot sehingga rupiah menjadi betu-betul melemah. Oleh karena itu, rupiah perlu berhati-hati dalam perdagangan hari ini karena mata uang Tanah Air sudah melemah di pasar NDF.  

Bank Indonesia (BI) sudah merilis aturan untuk membentuk pasar NDF di dalam negeri. Saat ini pasar Domestic NDF (DNDF) sedang dalam masa persiapan.Dengan adanya DNDF, diharapkan psikologis pasar domestik tidak perlu membebek kepada pasar di luar negeri. 

Namun, rupiah tetap punya harapan untuk menguat. Pasalnya, posisi dolar AS masih tertekan. Dollar Index (yang menunjukkan posisi greenbacj secara relatif terhadap enam mata uang dunia) melemah 0,13% pada pukul 07:26 WIB. 

TIM RISET CNBC INDONESIA



Sumber Berita: CNBC Indonesia

Tags :

KOMENTAR