Kemenhub Audit Khusus Lion Air

Minggu , 04 November 2018 | 12:15
Kemenhub Audit Khusus Lion Air
Sumber Foto kumparan.com
Menhub Budi Karya Sumadi meninjau pelaksanaan rampcheck Boeing 737 Max 8 milik Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (4/11/2018).
POPULER

TANGERANG - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan special audit atau audit khusus terhadap Maskapai Lion Air usai insiden jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP jenis Boeing 737 Max 8 di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan audit khusus dilakukan untuk memenuhi standard operating procedure (SOP) serta kualifikasi awak pesawat.

"Sejak beberapa hari lalu sudah dilakukan special audit berkaitan dengan juga 737 Max milik Lion dan unsur berkaitan dengan SOP, kualifikasi awak pesawat, dan koordinasi dengan pihak-pihak stakeholder yang lain. Dalam waktu dekat ini akan kita dapatkan laporannya," kata Budi Karya saat meninjau pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) Pesawat 737 Max 8 milik Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (4/11/2018).

Dia juga meminta pihak Lion Air tetap berkoordinasi secara intensif dengan Kemenhub untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. Budi memastikan akan terus melakukan ramp check terhadap seluruh maskapai penerbangan.

"Saya minta para officer di kementerian maupun operator (maskapai) untuk melakukan koordinasi intensif agar audit yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu diteruskan dengan audit apa yang harus dilakukan, atau improvement apa yang harus dilakukan setelah ini," ujarnya.

"Berkaitan dengan seluruh operator airlines, kita akan lakukan ramp check seperti yang kita lakukan tadi dengan 737 Max sehingga kita harapkan bahwa suatu kepastian kelaikan udara," Budi menjelaskan seperti dikutip kumparan.com.

Oleh karena itu, ia meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk mengevaluasi regulasi maupun yang berkaitan dengan keamanan. Sejauh ini, Kemenhub sudah memeriksa sebanyak 27 pesawat jenis lain dari 4 maskapai, yaitu Garuda Indonesia, Air Asia, Lion Air dan Wings Air.

"Kami sudah minta kepada dirjen udara untuk melakukan evaluasi terhadap regulasi, peraturan, yang berkaitan dengan safety. Ini juga mulai Senin (5/11/2018) akan dilakukan dan akan di-review secara detail," dia menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load