Menhub Minta Proyek Kereta Cepat dan LRT Dihentikan

Selasa , 20 November 2018 | 18:37
Menhub Minta Proyek Kereta Cepat dan LRT Dihentikan
Sumber Foto Dok/Ist
Menhub Budi Karya Sumadi

BEKASI - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta pelaksana proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCIC) dan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek menghentikan sementara kegiatan konstruksi selama beberapa bulan.

Hal itu dikarenakan, ruas Jalan Tol Jakarta Cikampek (Japek) kerap terjadi kemacetan imbas dari sejumlah kegiatan konstruksi di ruas jalan tersebut. Selain kedua proyek itu, di Tol Japek juga terdapat proyek besar lainnya yakni proyek tol layang (Eleveted).

"Sama minta kepada para stakeholder yang melakukan kontruksi di situ (Tol Japek) bahwa mengunakan kegiatan itu tidak menyebabkan kemacetan. Sebagai contoh KCIC jangan dikerjakan dulu, LRT saya minta ditunda dulu beberapa bulan ke depan," kata Budi seusai menggelar rapat di gabungan terkait kebijakan ganjil genap di Grand Dikha City, Selasa (20/11/2018).

Budi menambahkan, pihaknya ingin ada prioritas dari masing-masing proyek mana yang didahulukan. Sebab, tidak bisa semua proyek dikerjakan dalam waktu bersamaan, imbasnya pasti akan menimbulkan kemacetan yang kritis di ruas Tol Japek.

"Proses kontruksi akan kita hitung lagi paling tidak 3 sampai 4 bulan LRT selesainya 2019. Kita kasih prioritas untuk eleveted. KCIC dan LRT tidak boleh kerja sampai lebaran," katanya seperti dikutip tribunnews.com.

Dia juga meminta kepada Jasa Marga dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) agar melakukan rapat kordinasi dengan para pelaksana proyek."Harus diatur, tidak bisa bergerak secara bersamaan, terutama di KM 13, BPTJ harus undang rapat apakah mereka (KCIC dan LTR) boleh konstruksi tanpa mengganggu lalu lintas," dia menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load