Presiden Serahkan 3.630 Sertifikat Tanah di Kalsel

Senin , 26 Maret 2018 | 16:34
Presiden Serahkan 3.630 Sertifikat Tanah di Kalsel
Sumber Foto Setkab
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Kalsel menjawab wartawan di Banjarbaru, Kals

BANJARMASIN--Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa pembagian sertifikat tanah itu betul-betul dilakukan. Jumlahnya betul-betul, ada dan masyarakat juga menerima betul. “Jadi kenapa saya suruh semuanya untuk mengangkat semuanya, supaya benar-benar yang kita kerjakan ya yang itu. Kalau kita ngomong 5 juta ya 5 juta, kalau ngomong 7 juta ya 7 juta sertifikat gitu,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai menghadiri penyerahan sertipikat tanah untuk rakyat, di GOR Rudi Resmawan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (26/3) siang.

Soal angka 5 juta atau 7 juta itu, Presiden Jokowi menegaskan, itu memang target yang terus akan ia kejar pada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional). “Target itu. Jangan sampai yang ngomong pembagian sertipikat ..apa….,” kata Presiden tanpa meneruskan kata-katanya.

Diakui Presiden Jokowi, idealnya itu  seluruh lahan yang ada, bidang yang ada bersertifikat. Dan idealnya lagi, kepemilikan itu betul-betul rakyat bisa merasakan dari kegunaan atas  lahan tanah yang mereka miliki. Semakin gede mestinya  semakin baik.  

Namun Kepala Negara menegaskan, dirinya harus ngomong apa adanya. “Memang ada ketimpangan dalam kepemilikan, juga harus ngerti bahwa distribusi itu bukan saya yang melakukan. Itu yang saya enggak mau dituding-tuding. Kita mbagi saja enggak,” ujarnya.

 Bukan Pengibulan

Dalam acara di Banjarbaru itu, Presiden Jokowi yang hadir didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyerahkan 3.630 sertifikat. Ia meminta yang sudah menerima sertifikat agar mengangkat sertifikatnya tinggi-tinggi. “Biar kelihatan semuanya bahwa sertifikat juga diserahkan dan betul-betul sertifikat ini sudah menjadi milik bapak ibu sekalian dan bukan pengibulan. Karena ada yang ngomong, pembagian sertifikat ini pengibulan,” kata Presiden Jokowi meminta warga yang sudah memperoleh sertifikat untuk mengangkat sertifikatnya tinggi-tinggi.

Presiden lantas menghitung jumlah sertifikat yang sudah diserahkan ke warga itu. Ia beralasan hal itu dilakukan karena dulu-dulu biasanya hanya seremoni di ini. Diserahkan yang 12 yang lain disuruh nonton. “Sekarang saya suruh ngangkat itu gunanya itu, bahwa sertifikat betul-betul sudah diserahkan pada bapak ibu semuanya,” ujar Presiden.



Sumber Berita:Setkab
KOMENTAR

End of content

No more pages to load