Defisit Transaksi Berjalan Lampaui Perkiraan BI

Senin , 11 Februari 2019 | 10:29
Defisit Transaksi Berjalan Lampaui Perkiraan BI
Sumber Foto Istimewa
Ilustrasi
POPULER

JAKARTA--Defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit --CAD) tahun 2018 ternyata jauh melampaui perkiraan Bank Indonesia (BI). Ramalan semula CAD berkisar US$25 milyar, namun realisasinya melambung menjadi US$31,1 milyar.

Angka tersebut dirilis BI setelah pada triwulan IV CAD membengkak menjadi US$9,1 milyar atau sebesar 3,57% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sepanjang tahun lalu defisitnya menjadi US$31,1 milyar atau sekitar 2,98% dari PDB.

Dalam rilisnya BI menyatakan bahwa peningkatan defisit neraca transaksi berjalan dipengaruhi oleh penurunan kinerja neraca perdagangan barang nonmigas akibat masih tingginya impor sejalan dengan permintaan domestik yang masih kuat di tengah kinerja ekspor yang terbatas. “Meskipun demikian, kinerja neraca pendapatan primer dan neraca jasa yang lebih baik dapat membantu mengurangi kenaikan defisit,” kata Direktur Eksekutif, Agusman.

Namun BI juga mencatat terjadi surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2018, yang mampu  menopang ketahanan sektor eksternal. Setelah pada triwulan sebelumnya mengalami defisit, NPI pada triwulan IV 2018 mencatat surplus sebesar USD5,4 miliar, ditopang peningkatan surplus transaksi modal dan finansial. Dengan perkembangan tersebut, tulis Agusman, posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2018 meningkat menjadi US$120,7 miliar, atau setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah.

Pembengkakan CAD akan memberikan tekanan kuat terhadap kurs sehingga dikhawatirkan nilai tukar rupiah akan semakin melemah.



Sumber Berita:Berbagai sumber

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load