Tjahjo Kumolo Akui Ada Kebocoran Anggaran

Senin , 11 Februari 2019 | 13:15
Tjahjo Kumolo Akui Ada Kebocoran Anggaran
Sumber Foto Dok/Ist
Ilustrasi kebocoran anggaran.
POPULER

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengakui adanya kebocoran anggaran dalam pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Namun ia mengatakan bahwa kebocoran yang ada tidak mencapai angka Rp500 triliun, seperti yang disebutkan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Saya kira soal anggaran bocor ada di mana-mana, tetapi tidak mungkin sebesar itu, yang dibuat oleh yang menyatakan itu (Prabowo)," ujar Kumolo saat ditemui di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Ia menjabarkan bahwa sejak 2015 silam, tingkat kebocoran anggaran dapat ditekan menjadi sangat kecil oleh pemerintahan Jokowi-JK yang efektif dilakukan sejak mereka dilantik dan diambil sumpah pada 20 Oktober 2014 lalu.

Hal tersebut menurut mantan Sekjen PDI Perjuangan itu terlihat dengan maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah yang tidak semuanya terkait korupsi anggaran."OTT KPK itu tidak semua menyangkut anggaran," dia menambahkan.

Sebelumnya, pada saat berpidato di hadapan ribuan anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019) lalu, Prabowo menyinggung adanya kebocoran anggaran di era pemerintahan Jokowi, dalam berbagai macam bentuk.

Salah satunya korupsi yang menyasar proyek-proyek pembangunan yang kini dilakukan. Prabowo memperkirakan kebocoran anggaran mencapai 25 persen dari total APBN atau setara Rp500 triliun.

“Bayangkan, jembatan 100 m ditulis 150, 200, dan ini terus menerus. Ini harus kita hentikan, kalau anggaran kita mendekatti 200 m dolar, kalau kebocoran 25 persen artinya 50 miliar dolar yang bocor. Bayangkan uang hilang ini kalau kita pakai buat kesejahteraan ekonomi kita apa yang bisa kita buat? Untuk 50 m kita bisa bangun 200 pabrik yang sangat penting kita bisa menciptakan produk di Indonesia tidak impor lagi,” ucap Prabowo.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load