Sri Mulyani Ungkap Tiga Fakta Pertumbuhan Ekonomi RI

Rabu , 13 Maret 2019 | 19:05
Sri Mulyani Ungkap Tiga Fakta Pertumbuhan Ekonomi RI
Sumber Foto SH/Ryo
Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan tiga fakta terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terjadi di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi Widodo selama hampir lima tahun terakhir.

Menurut mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut, ketiga yang bisa dijadikan indikator jika pertumbuhan ekonomi RI sedang berada di dalam track yang benar adalah angka kemiskinan, gini ratio, dan jumlah pengangguran.

Sri Mulyani pun lantas mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut angka kemiskinan sebesar 9,66% merupakan angka terendah sepanjang sejarah RI.

Menurutnya, capaian angka kemiskinan di level single digit adalah prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Kalau dilihat sejak merdeka, Indonesia pernah mencapai angka kemiskinan terendah itu menjelang pak Harto lengser itu di angka 11%. Kemudian setelah krisis 1997-1998 kemiskinan naik lagi jadi 20%, kemudian turun lagi setelah reformasi," ujar Sri Mulyani saat menjadi pembicara utama dalam acara Dialog Ekonomi bertajuk "Prospek Ekonomi dan Kebijakan Fiskal 2019 yang diselenggarakan Lembaga Kerjasama Ekonomi, Sosial, Budaya Indonesia-China, di Universitas Tarumanegara, Jakarta, Rabu (13/3/2019). 

Sri Mulyani menjelaskan saat ini angka kemiskinan di level 9,66% merupakan achievement dan tantangan yang baru. Menurut dia di level tersebut angka kemiskinan akan sulit diturunkan. 

"Itu (kemiskinan) it's gonna be much harder untuk diturunkan, karena ini kemiskinan inti dan kita mendesain kebijakan agar kemiskinan bisa mencapai level yang rendah," jelasnya.

Fakta kedua, lanjut Sri Mulyani adalah gini ratio Indonesia yang sudah mencapai 0,38 angka atau jauh lebih baik jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Ini mencerminkan Indonesia yang tak hanya pro pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pro ekonomi yang merata dan inklusif. Hal ini karena pertumbuhan ekonomi yang baik juga akan mempengaruhi kebaikan masyarakat.

Terakhir, Sri Mulyani juga mengungkapkan fakta terkait jumlah pengangguran yang sebesar 5,34% yang tercatat sebagai jumlah pengangguran terendah sejak 2012 silam.

Diakuinya, resep yang dijalankan pemerintah untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global adalah menggunakan instrumen fiskal untuk mengelola ekonomi dan makro ekonomi. (Ryo/RM)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load