Facebook Belum Lapor BI Terkait WhatsApp Payment

Selasa , 20 Agustus 2019 | 17:41
Facebook Belum Lapor BI Terkait WhatsApp Payment
Sumber Foto: Istimewa
WhatsApp Payment
POPULER

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengaku belum mendengar rencana Facebook untuk membawa WhatsApp Payment ke Indonesia. Setiap perusahaan penyelenggara sistem pembayaran harus mendapat izin dari BI.

Seperti diketahui WhatsApp sendiri saat ini menjelma menjadi layanan messaging terbesar dunia. Banyak fitur pun ditambahkan, apalagi setelah diakuisisi Facebook tahun 2014 senilai US$ 19 miliar.

"Saya belum mendengar tentang hal ini (WhatsApp Payment masuk Indonesia). Kita juga belum mendengar WA sebagai apa," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko seperti dikutip cnbcindonesia.com, Selasa (20/8/2019).

Onny Widjanarko menambahkan untuk bisa beroperasi di Indonesia, pihak yang menjadi penyelenggara jasa sistem pembayaran seperti sebagai prinsipal, switching, penerbit kartu kredit, kartu debit dan uang elektronik, digital wallet, acquiring dan payment gateway harus memiliki izin atau persetujuan BI.

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh penyelenggara jasa sistem pembayaran PBI Pemprosesan sistem pembayaran tahun 2016, PBI Gerbang Pembayaran Nasional tahun 2017 dan PBI uang elektronik tahun 2018.

Kantor Berita Reuters melaporkan, WhatsApp kini dalam tahap awal melakukan pembicaraan dengan fintech pembayaran seperti Gojek, OVO dan DANA untuk membawa WhatsApp Payment ke Indonesia guna menangkap booming sektor e-commerce.

"WhatsApp sedang dalam pembicaraan dengan mitra keuangan di Indonesia tentang pembayaran, namun diskusi masih dalam tahap awal dan kami tidak memiliki hal lain untuk dibagikan pada tahap ini." Kata sumber Reuters.

Jika pembicaraan berhasil, Indonesia bisa menjadi negara kedua di dunia tempat WhatsApp memperkenalkan layanan tersebut. Sebelumnya WhatsApp telah melakukan pembicaraan untuk membawa WhatsApp Payment masuk ke India. Rencana ini sempat tertunda karena regulator meminta WhatsApp mendirikan data center di India.

Di India, WhatsApp berencana untuk menawarkan layanan pembayaran peer-to-peer. Namun tidak demikian di Indonesia. Seorang sumber mengatakan WhatsApp hanya akan berfungsi sebagai platform yang mendukung pembayaran melalui dompet digital di Indonesia karena peraturan perizinan yang ketat.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load