Sri Mulyani Akui Paling Sulit Prediksi Kurs Rupiah Tahun Depan

Rabu , 28 Agustus 2019 | 15:54
Sri Mulyani Akui Paling Sulit Prediksi Kurs Rupiah Tahun Depan
Sumber Foto : Istimewa
Menkeu Sri Mulyani

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui dalam menyusun asumsi makro yang akan menjadi acuan RAPBN 2020, proyeksi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) adalah hal yang paling sulit diprediksi.

Hal tersebut dikarenakan kondisi ekonomi global yang tidak pasti seiring belum meredanya perang dagang antara AS-China.

"Ini paling sulit diproyeksi karena tekanan global, dan dari sisi makro policy kredibel dan timbulkan confidence. Tapi dua faktor ini akan diiringi kondisi global yang tidak pasti. Harga komoditas melemah," kata Sri Mulyani dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI terkait pembahasan RAPBN 2020 dan pembentukan panja, di Gedung Nusantara II, Komplek DPR RI, Senayan, Rabu (28/8/2019).

Meski demikian, Menkeu menyebut proyeksi kurs rupiah di level Rp 14.400 per dolar AS pada 2020 paling realistis. Dia sendiri tidak yakin, rupiah bisa rebound ke level di bawah Rp 14.000 karena terkait dengan kebijakan makro ekonomi Indonesia sendiri.

Seperti diketahui, Pemerintah bersama DPR mulai membahas soal asumsi makro yang akan menjadi acuan RAPBN 2020. 

Dalam pidato sebelumnya di DPR, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan rencana asumsi makro 2020. Berikut rencana asumsi makro yang disampaikan Jokowi :

1. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan dapat tetap tumbuh 5,3%
2. Inflasi masih dapat terkendali dalam kisaran 3,1%
3. Nilai tukar rupiah diperkirakan berada pada Rp14.400 per dolar AS
4. Tingkat suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan sebesar 5,4% dengan optimisme terkait persepsi positif dan perbaikan iklim investasi di Indonesia sehingga arus investasi akan terus mengalir ke dalam negeri; 
5. Indonesia Crude Price (ICP) diperkirakan rata-rata mencapai US$65,0 per barel; 
6. Lifting minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 734 ribu barel per hari dan 1.191 ribu barel setara minyak per hari. (ryo/E-3)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load