Anggaran Ibu Kota Baru Berpotensi Direvisi

Rabu , 11 September 2019 | 08:45
Anggaran Ibu Kota Baru  Berpotensi Direvisi
Sumber Foto : Istimewa
Gambar Ibu Kota Negara Baru

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyatakan akan menghitung kembali anggaran untuk membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata menjelaskan bahwa penentuan anggaran Rp 466 triliun berpotensi direvisi. Sebab, hitungan tersebut berdasarkan tiga alternatif lokasi ibu kota baru.

Kendati demikian, dirinya belum mengetahui bahwa anggaran pembangunan ibu kota baru akan bertambah atau berkurang.

"Itu kita belum tahu. Saya nggak bilang bakal pasti berubah. Tapi kan itu kembali itu kan perkiraan dari tiga lokasi yang kita belum tahu kan. Sekarang kan Presiden sudah menetapkan ya itu kita kaji lagi," ujarnya di Jakarta, Rabu (10/9/2019).

Rudy juga mengatakan bahwa anggaran untuk pindah ibu kota akan selesai tahun ini. Selama tiga bulan ini pihaknya akan melakukan pengkajian. Ia juga menambahkan tahun depan pihaknya akan mempersiapkan master plan termasuk detail engineering design, dan side plan-nya.

"Nanti tentunya kita akan buat seoptimal mungkin, setajam mungkin," ujar Rudy seperti dikutip dari ccnindonesia.com.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan ibu kota Indonesia akan berpindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Pemindahan ibu kota ini ditaksir menelan dana hingga Rp 466 triliun, di mana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya akan berkontribusi 19 persen saja.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load