OJK: Infrastruktur Harus Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Senin , 15 April 2019 | 16:02
OJK: Infrastruktur Harus Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Sumber Foto: Istimewa
Ilustrasi Proyek Infrastruktur

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pembangunan infrastruktur yang sedang dijalankan pemerintah secara masif harus tetap memperhatikan dampak lingkungan dan sosial masyarakat.

Agar tidak menimbukan permasalahan sosial di kemudian hari, OJK menyarankan kepada pemerintah agar pembangunan infrastruktur tetap harus sejalan dengan upaya pencapaian sustainable development goals (tujuan pembangunan berkelanjutan.

"Pembangunan infrastruktur yang masif ini harus memperhatikan dampak lingkungan dan sosial masyarakat agar tidak menimbukan permasalahan sosial di kemudian hari. Untuk itu, pembangunan infrastruktur suatu negara harus sejalan dengan upaya pencapaian sustainable development goals," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam siaran pers terbaru yang dikutip dari laman resmi OJK, Senin (15/4/2019).

OJK sendiri lanjut Wimboh, akan terus mendorong program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mengarahkan pembangunan yang peduli dampak lingkungan dan sosial masyarakat.

"Ini merupakan implementasi dari Komitmen IMF/World Bank Meeting mengenai pengembangan pembiayaan berkelanjutan. OJK akan melakukan pendalaman pasar keuangan melalui penciptaan produk keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang perhatikan dampak sosial dan lingkungan," kata Wimboh.

Menurutnya, bagi negara berkembang seperti Indonesia, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, antara lain dengan membangun infrastruktur di berbagai daerah.

Dia menambahkan, industri jasa keuangan memiliki peran penting untuk menyediakan pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui instrumen keuangan berbasis sustainable/green financing, sehingga pembangunan infrastruktur dapat dilakukan dalam koridor ramah lingkungan dan sosial.

"Dalam konteks pengembangan sustainable finance ini, OJK dalam tiga tahun terakhir ini telah melakukan berbagai hal seperti, menyusun roadmap sustainable finance, menyediakan kerangka regulasi bagi pembiayaan berkelanjutan, penerbitan green bonds/sukuk, sosialisasi dan peningkatan kapasitas pelaku di industri keuangan dengan dukungan dari International Finance Corporation (IFC) dan Sustainable Banking Network (SBN). Tahun ini IFC berkomitmen untuk masuk pasar green bonds Indonesia senilai 1,5 miliar dolar AS," tandasnya. (E-3)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load