Ini Alasan Luhut Siap Ditembak Demi Bela Investasi China

Kamis , 12 September 2019 | 17:33
Ini Alasan Luhut Siap Ditembak Demi Bela Investasi China
Sumber Foto: SH/Satryo Yudhantoko
Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan bergurau siap ditembak demi mendukung investasi China masuk ke Indonesia. Pasalnya, ia menganggap China sebagai investor potensial berbeda dengan Jepang yang selama ini dinilai enggan melakukan transfer teknologi dengan Indonesia.

"Presiden kan tanya, Pak kita kan bicara national interest. Selama national interest kita bisa diamankan, peduli mana? Dari mana pun pak, saya bilang. Kalau pun orang mau tembak saya, biar aja. Saya hanya mengabdi dan membuat Republik ini lebih bagus lagi," ujarnya dalam seminar bertajuk "Indonesia Menuju 5 Besar Dunia", di Djakarta Theatre, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2019).

Pernyataan itu, diakuinya sebagai salah satu kekesalannya menjawab tuduhan orang yang selama ini menyebutnya sebagai agen China.

"Orang selalu mengkritik saya di luar, ini (produk) kita China semua. Tidak. Kita punya rule of thumb. Siapa saja bisa investasi. Mau dari bulan, mau di mana kek dia investasi, sepanjang teknologinya ramah lingkungan dan mendidik tenaga lokal kan," tegasnya.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan itu juga menyatakan bahwa kerja sama investasi dengan China telah sesuai rule of thumb investasi nasional. Di mana terdapat 4 poin di dalamnya, yakni investasi yang ramah lingkungan, efek nilai tambah industri, mendidik tenaga kerja lokal, dan transfer teknologi.

China dijelaskan Luhut, sudah memenuhi salah satu unsur dari rule of thumb tersebut, yaitu dengan mendirikan lembaga pendidikan berbasis politeknik. Tujuannya ialah untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang siap kerja.

"Ok kalau tenaga lokal dalam 4 tahun pertama belum bisa, kau boleh pakai tenaga asing mu, tapi sementara itu kau harus mendirikan politeknik untuk nanti mengganti mereka (pekerja asing). Tapi sementara itu kau harus mendirikan politeknik untuk nanti mengganti mereka. Hal itu sekarang ada di Morowali, Sulawesi Tengah," ungkapnya.

"Kita enggak mau seperti Jepang bangun investasi (tidak mau transfer tekhnologi). Tidak. Selalu saya sampaikan, mungkin bapak challenge lagi Luhut. Lagi-lagi China. China itu gampang, dia disuruh apa aja mau," pungkasnya. (ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load