Implementasi B30 Diharapkan Dongkrak Ekspor Migas

Senin , 16 September 2019 | 18:49
Implementasi B30 Diharapkan Dongkrak Ekspor Migas
Sumber Foto : SH/Satryo Yudhantoko
Darmin Nasution

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menanggapi merosotnya nilai ekspor migas pada Agustus 2019 yang turun 45,48 persen dari US$ 1,6 miliar pada Juli 2019 menjadi US$ 875,4 juta. 

Pemerintah, katanya, sedang mengejar implementasi Biodiesel Bauran 30 persen atau B30 di tahun depan. Pasalnya, upaya itu diharapkan dapat kembali mendongkrak nilai ekspor migas.

"Kita sudah mulai mempersiapkan, mudah-mudahan awal tahun depan kita sudah bisa menyiapkan B30, sehingga migasnya defisitnya makin lama makin kecil," terangnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (16/9/2019). 

Darmin juga mengetahui kalau penurunan nilai ekspor migas dikarenakan harga minyak mentah atau Indonesia Crude Prize (ICP) dunia saat ini rendah. Hal itu menurutnya juga disebabkan perang dagang Amerika Serikat dan China belum pulih. "Kita masih harus tunggu dampak dari perang dagang itu, tunggu pulih semuanya. Kita masih perlu waktu," sebutnya. 

Badan Pusat Statistik (BPS) pagi tadi juga telah merilis perkembangan ekpor impor Indonesia untuk bulan Agustus kemarin. Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan bahwa penurunan ekpor migas disebabkan oleh menurunya ekspor hasil minyak Indonesia. 

Jika dibandingkan, ekpor hasil migas Indonesia bulan Juli 2019 sebesar US$ 384,2 juta lebih besar dari bulan Agustus yang hanya senilai US$ 164,1 juta. Artinya, kata Suhariyanto, ada penurunan ekspor per bulannya sebesar 57,29 persen.

Sementara ekspor minyak mentah juga turun sebesar 21,11 persen dari bulan Juli 2019 US$ 181,1 juta menjadi US$ 142,6 juta di bulan Agustus 2019. (ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load