BI: Sepanjang 2019 Rupiah Menguat 2,3 Persen

Kamis , 19 September 2019 | 19:41
BI: Sepanjang 2019 Rupiah Menguat 2,3 Persen
Sumber Foto : SH/Satryo Yudhantoko
Lima Dewan Gubernur BI saat melakukan jumpa pers di Kantornya, Dibilangan Thamri

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menjamin nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan stabil meski ekonomi global dalam keadaan resesi dan perang dagang Amerika Serikat dan China masih berkecamuk. 

Berdasarkan kurs tengah BI pada Kamis (19/9/2019), rupiah sendiri dipatok pada level Rp 14.099 per dolar AS.


Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan,
sikap optimistis BI dilandasi oleh capaian nilai tukar rupiah yang mengalami apresiasi 0,9 persen secara point to point (ptp) sampai dengan minggu ketiga bulan September 2019. Namun secara rerata, mengalami apresiasi sebesar 1,0 persen dibandingkan dengan level Agustus 2019. 

Dengan melihat perkembangan tersebut, rupiah dinyatakan Perry, boleh dikatakan menguat sejak awal tahun sampai dengan 18 September 2019 (year to date/ytd) sebesar 2,3 persen. 

Penguatan nilai tukar rupiah tersebut sejalan dengan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang tetap baik. 

"Perkembangan ini ditopang oleh bekerjanya mekanisme permintaan dan pasokan valas dari para pelaku usaha, di samping aliran masuk modal asing," kata Perry dalam jumpa pers di Kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019). 

Lebih lanjut, Perry mengatakan bahwa mekanisme pasar yang terjaga akan membuat nilai tukar rupiah tetap stabil. Diperkirakan ke depannya, hal ini ditopang prospek aliran masuk modal asing ke Indonesia yang tetap terjaga, seiring prospek ekonomi domestik yang baik dan imbal hasil yang menarik, serta dampak positif kebijakan moneter longgar di negara maju. 

Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar dan memperkuat pembiayaan domestik, pihaknya terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan. Baik di pasar uang maupun valas maupun melalui penerbitan ketentuan penyelenggaraan Central Counterparty (CCP), transaksi Derivatif Suku Bunga dan Nilai Tukar Over-The-Counter, serta penyelenggara Sarana Pelaksanaan Transaksi di Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (Market Operator). (Ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load