Lahan Konsesi Sukanto Tanoto di Ibu Kota Baru Diambil Alih Bertahap

Jumat , 20 September 2019 | 19:34
Lahan Konsesi Sukanto Tanoto di Ibu Kota Baru Diambil Alih Bertahap
Sumber Foto: SH/Satryo Yudhantoko
Sofyan Djalil

JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menjelaskan proses pengambilan lahan konsesi di ibu kota baru yang dimiliki perusahaan milik miliuner Sukanto Tanoto.

Hal itu ia sampaikan saat ditemui di kantor Kementerian Koordinatir Bidang Perekonomian, Jalan Dr. Wahidin, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019).

"Jadi kalau perlu (diambil dan dipakai untuk pembangunan ibu kota baru) pertama empat ribu (hektare) ya. Supaya hutan tanaman di situ bisa dia (pengusaha) panen. Nanti ditambah dua ribu. Dua ribu ditambah 10 ribu, selebihnya ya mereka gunakanlah dulu," ungkap Sofyan.

"Tapi nanti, karena itu tanah hak negara itu semuanya kalau diperlukan ya akan diambil," sambungnya.

Sampai saat ini, ATR/BPN mendeteksi tanah konsesi itu dimiliki satu orang atau satu perusahaan. Namun untuk luas lahannya belum dapat dipastikan.

Akan tetapi Sofyan mengatakan bahwa pihak pemerintah telah berkomunikasi dengan pengusaha yang memiliki lahan konsesi itu. Hasilnya, lahan tersebut sudah jelas milik pemerintah. Artinya, ditegaskan Sofyan, pemerintah tidak akan mengeluarkan uang pengganti untuk pengambilan lahan tersebut.

"Enggak perlu negosiasi. Itu tanah negara, itu kan kewenangannya sama negara dalam arti HTI (Hutan Tanaman Industri). HTI menurut ketentuan yang ada di Kementerian Kehutanan itu bisa dikurangin. Jadi kalau pun negara mengambil tinggal dikurangi aja milik HTI, itu jadi tanah negara kembali, enggak perlu bayar apa-apa," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro membenarkan adanya lahan yang dikelola miliuner Sukanto Tanoto di ibu kota baru. Tanoto mengelola lahan tersebut melalui PT ITCI di mana ia merupakan pemegang sahamnya.

Bambang mengatakan, pengelolaan lahan Tanoto menjangkau 6.000 ha lahan yang bakal dibangun untuk tahap pertama ibu kota. Untuk luas lahan yang dikelola Tanoto, Bambang belum bisa menyebut. (Ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load