Kadin: Kebijakan Ekonomi Jokowi Harus Pro Dunia Usaha

Kamis , 10 Oktober 2019 | 13:43
Kadin: Kebijakan Ekonomi Jokowi Harus Pro Dunia Usaha
Sumber Foto: SH/Satryo Yudhantoko
Rosan Roeslani

JAKARTA - Kamar Dagang Indonesia (Kadin) berharap kebijakan ekonomi yang akan dikeluarkan pemerintahan Presiden Joko Widodo Jilid II ke depan bisa mengakomodir potensi usaha yang ada di Indonesia.

Sebab menurut Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani, peringkat daya saing Indonesia yang turun ke posisi 50 dikarenakan reformasi kebijakan yang masih lambat, jika dibanding negara-negara tetangga di Asia.

"Sebenarnya skor kita bukannya turun, tapi negara-negara lain lompatannya itu tinggi, dan mereka mereformasinya juga lebih cepat. Nah itu yang harus kita lakukan," tuturnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jalan Dr. Wahidin, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

Jika mengacu kepada laporan World Economi Forum (WEF) terbaru ini, Indeks Daya Saing Global RI turun ke peringkat 50, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang berada di peringkat 45. Hal itu disebabkan karena kapasitas inovasi Indonesia masih rendah dengan skor 37,7 dan menempati ranking 74 sedunia.

Karena hal itu dan juga gejolak ekonomi global yang masih terus berkecamuk, Rosan meminta pemerintah untuk lebih mendengar masukan dari para pengusaha, agar ekonomi nasional bisa tetap terjaga dan bahkan terus tumbuh.

"Karena perekonomian ini kan sangat dinamis, naik turun, sehingga pertemuan secara reguler menjadi sangat penting," tegasnya.

Adapun saat ditanya terkait saran untuk tim kabinet ekonomi Pemerintah Presiden Jokowi jilid II, Rosan enggan menyebut nama-nama orang tertentu. Ia hanya menyampaikan saran dari Kadin kepada pemerintahan ke depan.

"Karena saya dari dunia usaha, yang penting adalah bagaimana kementerian dan dunia usaha komunikasi secara terus menerus, secara reguler supaya kebijakan-kebijakan yang keluar benar-benar kebijakan yang bisa dan didorong oleh dunia usaha," ungkap Rosan. (Ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load