Bangun Industri Perbaikan Pesawat di Batam, RI Bisa Kalahkan Singapura

Kamis , 10 Oktober 2019 | 16:04
Bangun Industri Perbaikan Pesawat di Batam, RI Bisa Kalahkan Singapura
Sumber Foto: Istimewa
Ilustrasi industri MRO.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution opitimis pengembangan dan pembangunan industri perawatan dan perbaikan pesawat terbang, atau industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) yang akan dikembangkan di Indonesia dapat mengalahkan industri yang sama di Singapura.

Pasalnya, MRO yang akan dikembangkan di Batam mampu mengalihkan proyek perbaikan pesawat di Indonesia yang selama ini dikerjakan "Kota Singa" tersebut.

"Dengan adanya Batam, kita tidak perlu lagi ke Singapura," ujar Darmin dalam acara penandatanganan MoU Kawasan Ekonomi Khusus bersama Kadin, di Kantornya, Jalan Dr. Wahidin, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

Adapun saat ini, Darmin mengatakan kalau dua perusahaan maskapai terbesar di Indonesia akan mengembangkan dan telah membangun Hanggar MRO Pesawat di Batam itu. Mereka adalah PT Lion Mentari Airlines atau Lion Group dan PT Garuda Indonesia Persero (Tbk).

MRO Batam, lanjut Mantan Gubernur Bank Indonesia itu, akan menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia. Sebab ia memprediksi kedepannya bukan hanya maskapai penerbangan yang membutuhkan bengkel perawatan, akan tetapi pembangkit tenaga listrik yang masih dibangun dan tingkatkan hingga saat ini, juga membutuhkan perawatan.

"Jangan lupa, pembangkit listrik itu pakai turbin. Kita membangun listrik belakangan ini saja berapa ribu mega watt, ada saatnya itu akan di repair, masa harus lari ke Singapura?," ungkapnya.

Sebelumnya, Darmin juga telah menjelaskan bahwa pabrik MRO ini sedang diurus aturannya. Untuk pengembangannya sudah jalan, hanya tinggal menunggu aturan mengenai penetapan pabrik ini menjadi KEK.

"Semua sudah jalan pengembangannya, tinggal ajukan proses aturan ke pemerintahannya untuk penetapan jadi KEK, jadi nanti bentuknya ada enclave (kawasan kantung) di dalam kawasan FTZ (Free Trade Zone) Batam," kata Darmin pada Jumat (27/9/2019) lalu. (Ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load