Darmin Akui RI Kalah Cepat dalam Benahi Daya Saing Global

Kamis , 10 Oktober 2019 | 17:08
Darmin Akui RI Kalah Cepat dalam Benahi Daya Saing Global
Sumber Foto: Istimewa
Darmin Nasution

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui RI kalah cepat dalam memperbaiki iklim usaha di dalam negeri yang mengakibatkan peringkat daya saing global Indonesia harus turun 5 peringkat.

"Turun 0,3 poin, tapi peringkatnya turun 5. Dari sana sebenarnya ya pasti penyebabnya karena orang lain tuh mereka memperbaikinya lebih cepat, iklim usaha dan segala macam. Tetapi kita sendiri memang sedang menyiapkan perubahan yang besar dan kelihatannya nanti itu akan diresmikan dan diumumkannya itu pada awal pemerintahan baru pak Joko Widodo," ujar Darmin saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Dr. Wahidin, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

Diakuinya, pemerintah saat ini memang masih terus menggodok finalisasi perbaikan kebijakan dan atau aturan main perizinan investasi. Di mana, tujuannya ialah untuk memperbaiki iklim usaha dan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

Kendati demikian, bukan berarti tahap akhir dari penyusunan perubahan kebijakan investasi yang dirancang melalui metode Omnibus Law itu sebagai fase akhir dari sebuah masalah. Justru, katanya, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang mesti diselesaikan dan diteruskan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo jilid II.

"Sekarang kita menuntaskannya dulu (Omnibus Law Perizinan Investasi), mudah-mudahan dalam beberapa waktu ini dia sudah tuntas, walaupun tidak berarti pekerjaan rumahnya sudah selesai," katanya.

Mantan Gubernur Bank Indoensia itu memberikan contoh konkret yang menjadi penghambat arus investasi di Indonesia. Misalnya, kata dia terkait pengurusan IMB yang berbelit dan tidak sinkron dengan online single submission (OSS).

"Itu adalah barang yang paling susah untuk didapatkan, karena keputusannya diambil dalam rapat, rapatnya berapa kali kita tidak tahu, sampai yang rapat bilang sudah selesai, baru dapat kita. Ke depan kita mau mengubah itu, ada standarnya, bangunan itu ada standarnya," tegasnya.

"Kita sedang merombak besar-besaran iklim usaha kita. Tentu tidak hanya soal iklim usaha, ada infrastruktur, sumber daya manusia dan kelembagaan juga," sambungya.

Lebih lanjut, Darmin tidak memungkiri bahwa sejumlah masalah investasi yang ia sebutkan itu, sesuai dengan laporan WEF yang menununjukan adanya penurunan indeks daya saing RI terhadap negara lain.

Seperti diberitakan sebelumnya, peringkat daya saing Indonesia dalam laporan Global Competitiveness Index (GCI) 2019 yang baru dirilis World Economic Forum (WEF) turun ke posisi 50 dari posisi 45 pada tahun lalu. Tak hanya penurunan peringkat, skor daya saing Indonesia juga turun meski tipis 0,3 poin ke posisi 64,6. (Ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load