Modal Asing Rp 360 Miliar Keluar dari Pasar Saham dalam Sepekan Terakhir

Jumat , 11 Oktober 2019 | 16:33
Modal Asing Rp 360 Miliar Keluar dari Pasar Saham dalam Sepekan Terakhir
Sumber Foto: Istimewa
Bursa Efek Indonesia

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat ada sekitar Rp 360 miliar modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia dalam sepekan terakhir (week to date) hingga 10 Oktober 2019.

Meski demikian, jumlah tersebut dinilai masih sangat wajar karena sebaliknya ada sebesar Rp 3,04 triliun modal asing masuk ke Indonesia melalui instrumen SBN.

"Itu menunjukkan kepercayaan diri terhadap ekonomi Indonesia maupun imbal hasil investasi dalam negeri terkait SBN masih cukup kuat dan terbukti dari berlanjut arus modal asing ke SBN," kata Gubernur BI Perry Warjiyo seperti dikutip dari antaranews.com, Jumat (11/10/2019).

Menurut Perry, saat ini memang terjadi volatilitas arus modal ke instrumen saham karena tekanan dari fluktuasi ekonomi global.

Kondisi global saat ini memang masih dirundung ketidakpastian karena dinamika perang dagang antara AS dan China, penurunan harga komoditas, serta dinamika geopolitik seperti unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong.

Secara keseluruhan BI sendiri mencatat aliran investasi asing ke instrumen portofolio pasar keuangan domestik mencapai Rp 195,5 triliun dari awal tahun hingga 10 Oktober 2019.

Perry menilai realisasi tersebut cukup baik dan menunjukkan masih tingginya kepercayaan investor asing terhadap kondisi dan fundamental perekonomian Indonesia.

Indonesia masih menikmati kepecayaan investor portofolio asing di tengah tren penurunan suku bunga instrumen keuangan domestik menyusul pemangkasan beruntun suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate menjadi 5,25 persen.

Meski sudah tiga kali suku bunga acuan turun, Bank Sentral meyakini tingkat bunga atau imbal hasil yang ditawarkan instrumen keuangan seperti Surat Berharga Negara (SBN) masih mampu menarik modal masuk.

Dari keseluruhan modal asing Rp 195,5 triliun tersebut, sebanyak Rp 140,6 triliun diinvestasikan ke SBN dan Rp 52,9 triliun ke instrumen saham.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load