Dipaksa Turunkan Tarif, Ini Syarat yang Diminta Garuda Indonesia

Kamis , 16 Mei 2019 | 13:22
Dipaksa Turunkan Tarif, Ini Syarat yang Diminta Garuda Indonesia
Sumber Foto: Istimewa
Garuda Indonesia

JAKARTA - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengaku bersedia mematuhi aturan baru terkait penurunan tarif batas atas (TBA) sebesar 12-16 persen yang seharusnya mulai berlaku pada Kamis (16/5/2019).

Meski demikian, Garuda Indonesia tetap meminta sejumlah persyaratan kepada pemerintah, diantaranya agar peraturan ini diberlakuan secara menyeluruh kepada seluruh maskapai. Selain itu maskapai penerbangan pelat merah ini juga meminta agar pemberlakuan aturan juga dibarengi oleh pemberian insentif agar maskapai tak terbebani penurunan TBA.

"Iya (perlu) insentif juga. Jadi tidak fair juga kalau hanya maskapai sendiri yang ditekan," kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan seperti dikutip dari detik.com, Kamis (16/5/2019).

Dia menjelaskan, insentif yang dimaksud adalah pengurangan pajak yang dikenakan ke perusahaan penerbangan. "Mungkin dari tax yang bisa meringankan si maskapai dalam kaitan cost-cost-nya," paparnya.

Ikhsan juga mengungkapkan, struktur biaya yang membentuk harga tiket pesawat sudah mengalami banyak perubahan. Misalnya avtur yang sekarang lebih mahal, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah.

"Mungkin kita tahu itu tarif batas atas itu kan diterapkan sejak 2016 ya. Tapi kan sejak 2016 itu kan banyak perubahan khususnya dalam kaitan cost biaya," ujarnya.

Kata dia biaya yang dikeluarkan Garuda sebagai penerbangan full service memang mendekati batas atas. Ketika pemerintah memutuskan tarif batas atas harus turun 12-16% atau rata-rata 15%, pihaknya harus menekan biaya operasional.

"Nah ketika itu ditekan 15% itu otomatis kan kita harus mengkalkulasi ulang cost-cost mana yang harus ditekan lagi," ujarnya.

Dia menjelaskan situasi ini bagi maskapai cukup sulit, pasalnya mereka saja hanya bisa mengambil margin atau keuntungan kecil, yaitu 2%. Pihaknya tak mungkin memangkas pengeluaran buat karyawan dan faktor keamanan penerbangan.

"Ya sudah yang lain kita coba (menekan biaya). Ya mungkin layanan atau apa yang kita lihat. Kita harus pintar-pintar gimana supaya kita tetap bisa bertahan hidup untuk penyesuaian tarif batas atas oleh Kemenhub ini," tambahnya.

Pihaknya juga meminta pemerintah membantu meringankan biaya-biaya kebandaraan dan navigasi yang harus dibayar maskapai. Itu bisa dibicarakan oleh pemerintah dengan stakeholder terkait, baik operator bandara maupun penyedia jasa navigasi. Menurutnya tak bisa penurunan TBA ini hanya dibebankan kepada maskapai.

"Penurunan TBA ini harusnya juga pemerintah mengajak stakeholder yang lain untuk sama-sama berkontribusi. Jadi tidak hanya menekan maskapai atau garuda untuk menurunkannya gitu. Jadi harus bersama-sama," tambahnya.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load