BI: Pelemahan Rupiah karena Sentimen Global Perang Dagang

Kamis , 16 Mei 2019 | 14:43
BI: Pelemahan Rupiah karena Sentimen Global Perang Dagang
Sumber Foto: Istimewa
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo

JAKARTA - Bank Indonesia menilai pelemahan rupiah yang mulai terjadi sejak awal Mei 2019 ini sangat dipengaruhi dampak ketidakpastian global serta pola musiman peningkatan permintaan valas.

Setelah sebelumnya menguat pada April 2019, nilai tukar rupiah pada 15 Mei 2019 tercatat melemah 1,45% secara point to point dibandingkan dengan level akhir April 2019 dan 1,36% secara rerata dibandingkan rerata April 2019.

"Nilai tukar rupiah yang melemah pada Mei 2019 tidak terlepas dari pengaruh sentimen global terkait eskalasi perang dagang sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah," kata kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Persnya, Kamis (16/5/2019).

Selain itu, Perry juga mengungkapkan adanya pola musiman peningkatan permintaan valas untuk kebutuhan pembayaran dividen nonresiden yang turut memengaruhi pelemahan rupiah.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang nilai tukar rupiah akan bergerak stabil dengan mekanisme pasar yang tetap terjaga sejalan dengan prospek NPI 2019 yang membaik. Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar dan memperkuat pembiayaan domestik, Bank Indonesia terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, baik di pasar uang maupun valas," imbuhnya. (E-3)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load