Harga Tiket Pesawat Garuda Sudah Turun

Sabtu , 18 Mei 2019 | 20:54
Harga Tiket Pesawat Garuda Sudah Turun
Sumber Foto Tempo.co
Ilustrasi
POPULER
Tiket Kereta Cepat JKT-BDG Dijual Mulai dari Rp227 Ribu

JAKARTA--Harga jual tiket mudik grup maskapai Garuda Indonesia mengalami penurunan setelah aturan baru Tarif Batas Atas (TBA) resmi berlaku mulai Sabtu (18/5) ini. 

Dikutip dari CNNIndonesia.com berdasarkan pantauannya atas situs Traveloka.com pada pukul 10 pagi ini, harga tiket maskapai Garuda Indonesia hari ini lebih murah ketimbang kemarin.  Harga tiket yang dipantau adalah untuk keberangkatan Senin (3/6), atau jelang hari raya Idulfitri.  

Misalnya, rute Jakarta-Yogyakarta untuk keberangkatan pukul 20.05 turun 10,8 persen dari Rp1.211.900 menjadi Rp1.081.000 per penumpang. Sementara itu, harga tiket Jakarta-Surabaya untuk keberangkatan pukul 15.45 juga turun 12,12 persen menjadi Rp1.081.000 per penumpang.

Penurunan harga tiket juga terjadi pada rute Jakarta-Medan untuk keberangkatan pukul 15.05 sebesar 12,19 persen menjadi Rp2.113.900 per penumpang. Kemudian, rute Jakarta-Denpasar untuk keberangkatan pukul 18.40 turun 10,74 persen menjadi Rp1.709.100 per penumpang. 

Selanjutnya, rute Jakarta-Balikpapan untuk keberangkatan pukul 15.30 turun 12,14 persen menjadi Rp1.910.000 per penumpang, rute Jakarta-Makassar untuk keberangkatan pukul 09.30 turun sebesar 12,22 persen menjadi Rp2.148.000 per penumpang, dan rute Jakarta-Jayapura merosot 13,54 persen menjadi Rp5.218.100 per penumpang.

Garuda menyatakan pihaknya memang akan mengikuti aturan tarif batas atas yang ditetapkan pemerintah. "Penurunan TBA kan sudah jadi aturan, sebagai operator harus mengikuti aturan yang ditetapkan regulator," ujar VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk M. Ikhsan Rosan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (18/5). "Maksimal penurunan harga 16 persen, sesuai ketentuan," ujarnya.

Sebelumnya, beleid penurunan ketentuan TBA diatur dalam Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang TBA Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang diteken Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Rabu 15 Mei 2019 lalu. 

Dalam ketentuan tersebut, rata-rata TBA dipangkas sebesar 12 hingga 16 persen demi menyelesaikan polemik mahalnya harga tiket pesawat sejak akhir tahun lalu. 

Sebagai catatan, ketentuan baru TBA belum memperhitungkan biaya lain-lain seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang berkisar 10 persen dari tarif dasar, iuran wajib asuransi, biaya tambahan dan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (Passanger Service Charge/PSC) yang besarnya berbeda di masing-masing kota.




Sumber Berita: CNNIndonesia
KOMENTAR

End of content

No more pages to load