Kepala BKPM Janji Kawal Investor Singapura Masuk Indonesia

Selasa , 05 November 2019 | 14:02
Kepala BKPM Janji Kawal Investor Singapura Masuk Indonesia
Sumber Foto : Istimewa
Bahlil Lahadalia bersama Anil Kumar Nayar

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menerima Duta Besar Singapura untuk Indonesia di kantornya hari ini. Dalam kesempatan tersebut, Bahlil mengumbar janjinya kepada Dubes Singapura untuk mengawal investor dari negaranya masuk ke Indonesia. 

"Banyak masalah di daerah (soal perizinan). Itu kami akui. Oleh sebab itu, tugas kami mempermudah investor masuk ke Indonesia. Tugas Pak Dubes membawa investor masuk ke sini. Saya siap membantu sampai investasi itu terealisasi. Sampai bangun pabriknya,” ujar Bahlil di Kantor BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019). 

Bahkan, Bahlil mengaku siap untuk terjun langsung bersama jajarannya untuk mempermudah perizinan investor Singapura merealisasikan usahanya di berbagai daerah di Indonesia. 

"Kita akui bahwa masalah perizinan ini di daerah-daerah masih susah. Tapi kami akan menemani dan mendampingi. Itu tugas kami agar investor merasa nyaman masuk ke negara kita. Jangan kita bikin susah,” ucap dia. 

Dalam kesempatan yang sama, Dubes Singapura Anil Kumar Nayar menyampaikan harapannya terkait investasi di Indonesia. Ia meminta agar beberapa daerah yang menjadi potensi penanaman modal investor Singapura diberikan kemudahan

"Kami sangat mengapresiasi perhatian dari Kepala BKPM. Kami ada beberapa harapan, misalnya kepastian regulasi, kebutuhan pelabuhan di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, status Batam dan sebagainya. Hubungan Singapura-Indonesia semakin mesra di era pemerintahan Jokowi,” ujar Kumar .

Sebagai informasi, kualitas investasi Singapura di Indonesia saat ini tercatat tinggi, karena Singapura adalah investor nomor satu di Indonesia. 

BKPM mencatat, realisasi investasi asing (Penanaman Modal asing/PMA) pada kuartal III-2019 mencapai Rp 105 triliun. Realisasi ini meningkat 0,1 persen jika dibandingkan dengan kuartal II 2019 yang sebesar Rp 104,9 triliun.

Singapura sendiri masih tercatat sebagai negara tertinggi yang berinvestasi di Indonesia, dengan komposisi PMA dari Singapura mencapai US$ 1,9 miliar atau 27,1 persen dari total PMA. (Ryo)

 

 

Bahlil Lahadalia bersama Anil Kumar Nayar 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load