PUPR Jadi Instansi Pertama yang Pindah ke Ibu Kota Baru

Jumat , 15 November 2019 | 08:00
PUPR Jadi Instansi Pertama yang Pindah ke Ibu Kota Baru
Sumber Foto : Antara
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Presiden Jokowi.

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan PUPR akan menjadi instansi pertama yang pindah ke ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2024.

"Pada 2024, harus pindah pertama kali ya PUPR. Ini demanding. Kita serius untuk pindah ibu kota. Pertama kali pindah harus kementerian PUPR," ujar Basuki dalam diskusi bertema "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Ia mengatakan tugas yang diberikan kepada PUPR akan dilaksanakan sebaik-baiknya dan sesuai target. "Visi saya melaksanakan setiap tugas Presiden," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemindahan ibu kota negara bukan sekadar pindah tempat, tetapi pola pikir dan budaya.

"Gagasan besar kita tak hanya ingin pindah tempat, namun juga pindah pola pikir dan budaya kerja. Harus pindah semuanya. Orang ikuti sistem dan ini yang akan kita bangun," ujar Presiden.

Maka itu, Presiden menyampaikan, ibu kota baru nantinya harus memiliki konsep terstruktur yang menunjukkan Indonesia baru dan memiliki peradaban baru. Dengan begitu, Indonesia menjadi tempat pertemuan para talenta lokal maupun global.

"Harus ada daya tarik yang kuat sehingga ibu kota ini betul-betul memang sebuah Indonesia yang baru dan peradaban yang baru," kata Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengatakan perkembangan terakhir pembentukan ibu kota baru masih dalam proses lomba, untuk gagasan desain yang diikuti oleh 755 peserta.

"Banyak sekali yang ingin ikut mendesain. Ide dan gagasan besarnya dulu. Saya sampaikan ke mereka, kita ingin ibu kota ini compact city, terinstall sebuah sistem yang baik, dan green serta zero emission," ujar Jokowi menegaskan.

Pemerintah telah menetapkan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi lokasi ibu kota baru. (E-3/ant)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load