Setya Novanto Pelesiran, ICW: Menteri Yasonna Wajib Tanggung Jawab!

Minggu , 16 Juni 2019 | 10:05
Setya Novanto Pelesiran, ICW: Menteri Yasonna Wajib Tanggung Jawab!
Sumber Foto Liputan6.com
Yasonna Laoly

JAKARTA - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menyatakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly wajib mengambil tanggung jawab terkait terpidana kasus korupsi Setya Novanto tertangkap sedang pelesir ke sebuah toko bangunan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Ia mengatakan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami juga harus mengambil tanggung jawab atas peristiwa ini.

Menurutnya, peristiwa ini menunjukkan bahwa terdapat masalah serius dalam pengelolaan dan pengawasan lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia.

"Kejadian Setya Novanto yang diketahui pelesiran semakin menegaskan bahwa ada persoalan serius dalam pengelolaan serta pengawasan Lapas di Indonesia. Tentu karena Lapas berada di wilayah kerja Kemenkumham maka Yasonna dan Sri wajib ambil tanggung jawab atas peristiwa ini," kata Kurnia dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (15/6/2019).

Menurutnya, peristiwa Setya Novanto pelesiran ini seolah menunjukkan bahwa Yasonna mengabaikan perbaikan sistem pengelolaan dan pengawasan Lapas. Sejumlah skandal dalam lapas sebelumnya sudah terungkap.

Misalnya, kasus suap yang menjerat Kepala Lapas Sukamiskin, Bandung, Wahid Husen, beberapa waktu lalu. Kala itu, Wahid terjaring OTT KPK lantaran menerima hadiah sebagai imbalan untuk pemberian fasilitas mewah kepada narapidana kasus korupsi.

Kurnia berkata peristiwa Setya Novanto pelesiran ini akan menghadirkan pertanyaan di publik terkait pemberian efek jera pada koruptor."Bagaimanapun juga Lapas harus dipandang sebagai muara dari penegakan hukum," tuturnya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Bila pengelolaan Lapas masih terus seperti ini, dia menambahkan maka kinerja KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung dalam memberantas korupsi akan menjadi sia-sia.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Liberty Sitinjak, mengklaim Setya Novanto mengelabui stafnya dengan pelesiran ke toko bangunan.

Padahal, izin Setya Novanto adalah untuk berobat rawat inap di Rumah Sakit Santosa, Bandung. Foto yang menunjukkan saat Setya Novanto tengah bersama sang istri di toko bangunan di Padalarang, Bandung, kemudian beredar. Politikus Golkar itu mestinya kembali ke lapas pada Jumat (14/6/2019) malam pukul 19.00 WIB.

Atas pelanggaran itu, Liberty memeriksa stafnya dan memindahkan Setnov ke Rutan Guntur. Setibanya di Lapas Gunung Sindur pada Sabtu (15/6/2019) pukul 01.30 WIB, Setya Novanto langsung ditempatkan di Rumah Tahanan (Rutan) khusus narapidana teroris.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load