Yusril Sebut Klaim Kemenangan Prabowo-Sandi Imajiner

Selasa , 18 Juni 2019 | 12:34
Yusril Sebut Klaim Kemenangan Prabowo-Sandi Imajiner
Sumber Foto: Satryo Yudhantoko.
Yusril saat membacakan jawaban atas dalil gugatan paslon 02 di persidangan Mahkamah Konstitusi.
JAKARTA - Ketua Tim Hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan jawaban atas permohonan tim hukum paslon 02 Prabowo-Sandi terkait klaim kemenangannya sejumlah 52 persen. Menurut Yusril, klaim tersebut bersifat imajiner atau khayalan. 
 
Hal itu disampaikan Yusril dalam sidang pemeriksaan pihak termohon, terkait dan pemberi keterangan atas Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres, di Ruang Sidang Utama Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019). 
 
Yusril menyatakan bahwa tim hukum Prabowo-Sandi tidak dapat membuktikan data fakta soal narasi kecurangan yang dimasukkan ke dalam dalil gugatan."Menurut hukum dalam persidangan Mahkamah Konstitusi yang merupakan kewajiban Pemohon, akan dapat memastikan apakah narasi dugaan kecurangan dan pelanggaran yang selama ini dibangun hanya merupakan narasi imajiner semata ataukah narasi fakta yang dapat dibuktikan dan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum atau tidak," dia mengungkapkan.
 
Ketua Umum Partai Persatuan Bulan Bintang (PBB) ini juga menyinggung bahwa pemaparan gugatan yang dibacakan pemohon pada Jumat (14/6/2019) lalu sama halnya dengan pemaparan materi perkuliahan umum. "Pada sidang pendahuluan tanggal 14 Juni 2019 lalu, kita semua telah mendengarkan paparan pemohon yang oleh banyak kalangan disebut semacam kuliah umum (studium generale), yang sangat panjang tentang aspek-aspek pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam Pemilu," ucap Yusril.
 
"Teori, argumentasi ilmiah, pandangan ahli, analisa, kajian, hingga aspek perbandingan hukum dari negara lain bertaburan dalam 3 jam agenda mendengarkan Permohonan Pemohon," ujar Yusril. Karena itu, Yusril menyayangkan narasi-narasi yang berisi tuduhan kecurangan terhadap penyelenggara Pemilu yang kerap dilakukan kubu Prabowo saat membacakan jawaban atas dalil gugatan paslon 02 di persidangan tersebut.
 
"Setiap narasi yang berisi sebuah tuduhan hendaknya tidaklah berhenti sebatas tuduhan. Setiap tuduhan haruslah dibuktikan dengan alat-alat bukti yang sah menurut hukum," dia menambahkan. (ryo)
KOMENTAR

End of content

No more pages to load