Hakim MK Minta Bukti DPT Invalid 17,5 Juta, Tim Prabowo Minta Waktu

Rabu , 19 Juni 2019 | 12:45
Hakim MK Minta Bukti DPT Invalid 17,5 Juta, Tim Prabowo Minta Waktu
Sumber Foto Antarafoto
Sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

JAKARTA - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Enny Nurbaningsih meminta bukti DPT invalid 17,5 juta yang dinarasikan oleh saksi Prabowo-Sandi, Agus Maksum. Namun Tim Prabowo-Hatta meminta waktu untuk menghadirkan bukti itu.

Hakim MK Enny meminta bukti bernomor P-155, yang dicantumkan oleh Tim Prabowo sebagai bukti DPT invalid 17,5 juta. Tim Prabowo meminta waktu karena anggota tim yang bertugas terkait bukti tersebut sedang melengkapi bukti lain yang belum diverifikasi."Pak Zulfadhli dan Dorel sedang melengkapi data," kata pengacara Prabowo, Luthfi Yazid.

Hakim Enny mengatakan, dalam dokumen yang dipegangnya, bukti P-155 merupakan dokumen yang telah diverifikasi, sehingga seharusnya bisa dihadirkan. Namun tim Prabowo meminta waktu."Bisa kah dihadirkan pada saat pemeriksaan surat suara," ujar Luthfi seperti dilaporkan detik.com.

Hakim Aswanto meminta bukti itu segera dihadirkan, karena telah tercantum di daftar bukti yang disodorkan. Namun demikian, akhirnya tim Prabowo diberi waktu untuk segera menghadirkan bukti P-155.

Tim hukum Prabowo-Sandiaga dalam permohonan gugatan Pilpres memaparkan DPT Tidak Wajar yakni 17,5 juta dengan bukti P-155. Pihak Termohon yakni KPU menurut tim Prabowo justru menambahkan 5,7 juta ke dalam daftar pemilih khusus (DPK). Karena itu, tim Prabowo menyebut jumlah DPT tidak wajar ditambah DPK yakni 22.034.193 dan disebut berkorelasi dengan penggelembungan suara yang dituding kubu Prabowo menguntungkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load