Tim Hukum 01: "Pemaparan Saksi Pihak 02 Tak Jelaskan Apapun"

Rabu , 19 Juni 2019 | 16:53
Tim Hukum 01:
Sumber Foto: Satryo Yudhantoko.
Yusril Ihza Mahendra.
JAKARTA - Ketua tim kuasa hukum paslon 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menilai saksi pertama yang dihadirkan oleh pihak pemohon Tim Hukum 02 Prabowo Subianto, tak jelaskan apapun terkait perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang dajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).  
 
Hal itu disampaikan Yusril saat skors sidang pertama di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019). "Kami menilai saksi tadi tidak menerangkan apa-apa. Apalagi keterangannya itu campur aduk antara saksi dengan ahli," ujarnya.
 
Ketidakjelasan keterangan dari saksi pertama, kata Yusril, terlihat pada pembahasan terkait 17,5 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dianggap fiktif oleh pihak 02. 
 
Sebab dalam persidangan tadi pagi, saksi bernama Agus Muhammad Maksum ini ditanya oleh hakim MK: "Apakah belasan juta DPT itu bisa dipastikan menggunakan hak pilih atau tidak?" Agus maksum pun tidak dapat menjawab dan meyakinkan hakim.
 
"Yang kedua, apa yang diragukan persidangan ini, yang tadi dia mengatakan ada 17,5 juta yang pemilihnya tidak jelas, ketika ditanya apakah 17,5 juta itu menggunakan hak pilihnya atau tidak ternyata dia itu tidak tahu," tegas Yusril.
 
Lebih jauh, Yusril meminta kepada pihak pemohon agar dapat membuktikan seluruh dalil gugatannya dalam perkara PHPU Pilpres 2019 ini, yakni dengan cara mengkolerasikan antara dalil gugatan dengan barang bukti yang disajikan.
 
"Jadi yang paling penting dalam persidangan ini adalah kalau terjadi kecurangan, kalau terjadi manipulasi, itu harus dilihat korelasinya dengan kemenangan Pak Jokowi dan kekalahan dari Pak Prabowo. Kalau tidak ada kaitannya dengan itu tidak ada artinya," ungkap Yusril.
 
"Kalau 17,5 juta itu katanya itu dari dukcapil ada suara sebanyak itu, ada pemilih sebanyak itu. Tapi apakah pemilih itu, kalau 17,4 juta itu memilih atau tidak, dia tidak tahu. Kalau ikut memilih berapa dari 17,5 juta yang memilih Pak Jokowi berapa dan yang memilih Pak Prabowo berapa dia juga enggak tahu, jadi enggak ada gunanya diterangkan di persidangan," sambungnya. (ryo)
KOMENTAR

End of content

No more pages to load