Komnas HAM Minta Dilibatkan Uji Balistik Penembakan 21-22 Mei

Selasa , 25 Juni 2019 | 18:45
Komnas HAM Minta Dilibatkan Uji Balistik Penembakan 21-22 Mei
Sumber Foto SH/Satryo Yudhantoko
Amiruddin

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pihaknya dilibatkan Polri dalam uji balistik barang bukti dua peluru tajam yang ditemukan pada tubuh korban penembakan kerusuhan 21-22 Mei.

Hal itu disampaikan Komisioner Penyelidikan dan Pemantauan Komnas HAM Amiruddin saat ditemui di kantornya, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019) sore.

"Komnas mempunyai kewenangan yang diatur undang-undang dan juga kemampuannya. Kami di sini enggak punya alat uji tembak. Yang punya Labfor kan Polri. Makanya Komnas mengawasi supaya ujinya berlangsung fair," katanya.

Sampai sejauh ini Komnas HAM menilai kinerja Polri atas kasus penembakan massa aksi ricuh terbilang cepat jika dibandingkan dengan sejumlah kasus HAM sebelumnya. "Kita sih berharap lebih cepat lebih baik. Tapi ini sebenarnya jauh lebih cepat loh," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, hasil otopsi 4 korban meninggal dalam aksi ricuh 21-22 Mei.

Dia mengatakan, tim khusus kasus ini menemukan 3 peluru tajam dari tubuh korban tewas. Polri masih terus mengusut kasus 4 orang korban tewas yang telah positif terkena peluru tajam. Barang bukti proyektil atau peluru yang telah dipegang Polri belum bisa diidentifikasi berasal dari jenis senjata api apa.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load