Jokowi Masih Godok Anggota Dewan Pengawas KPK

Senin , 02 Desember 2019 | 19:15
Jokowi Masih Godok Anggota Dewan Pengawas KPK
Sumber Foto dok/ist
Presiden Jokowi
POPULER

JAKARTA - Presiden Jokowi menyatakan pihaknya masih menyeleksi anggota dewan pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Jokowi menyebut anggota dewan pengawas KPK setidaknya memiliki pengalaman bidang hukum pidana hingga audit keuangan.

Selain itu, kata Jokowi, pihaknya juga ingin anggota dewan pengawas lembaga antikorupsi itu memiliki rekam jejak dan integritas yang baik.

"Memiliki pengalaman di bidang hukum pidana, juga mungkin yang berkaitan dengan audit pemeriksaan, misalnya untuk sebuah pengelolaan keuangan yang penting," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Jokowi menyatakan tim internal Kementerian Sekretariat Negara masih melakukan penyaringan nama-nama yang sudah masuk. Menurutnya, tim internal juga masih mendengarkan masukan dari sejumlah pihak."Ini masih proses berjalan. Kami masih anu (menyeleksi), kan masih tanggal 20 (Desember)-an kan (pimpinan KPK 2019-2023 dilantik)," ujarnya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Keberadaan Dewan Pengawas KPK diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Sejak KPK terbentuk, baru kali ini akan ada Dewan Pengawas dalam tubuh KPK.

Anggota dewan pengawas periode pertama nanti akan dipilih langsung oleh Presiden Jokowi. Kemudian, mereka dilantik bersama dengan komisioner yang baru pada Desember 2019.

Sebelumnya, KPK meminta Komisi III DPR RI mempertimbangkan ulang pembentukan Dewan Pengawas di tubuh lembaga antirasuah.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan Komisi III DPR perlu melakukan langkah tersebut karena kewenangan yang diberikan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang KPK terhadap Dewan Pengawas bukan untuk melakukan pengawasan.

"Dewan Pengawas, perlu bapak-bapak (DPR) pikirkan lagi. Namanya Dewan Pengawas, tapi pekerjaannya memberi persetujuan penyadapan, memberi surat persetujuan penyitaan, penggeledahan," kata Laode dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (27/11/2019).

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load