63 Tahanan Korupsi Bakal Mencoblos di Rutan KPK

Senin , 15 April 2019 | 16:16
63 Tahanan Korupsi Bakal Mencoblos di Rutan KPK
Sumber Foto Detik.com
Ilustrasi tahanan KPK.

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat 63 tahanan akan menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019. Para tahanan itu akan difasilitasi haknya itu dengan mencoblos di rumah tahanan (rutan) KPK.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyatakan hal itu di Jakarta, Senin (15/4/2019)."Sekitar 63 orang tahanan KPK akan difasilitasi pemungutan suara di Rutan KPK," katanya.

Ia menjelaskan, KPK telah berkoordinasi dengan panitia TPS 012 Guntur untuk pencoblosan bagi tahanan KPK di rutan yang berada di belakang gedung KPK tersebut.

Dia mengatakan 63 tahanan itu berasal dari 3 cabang rutan KPK, sedangkan tahanan KPK yang dititipkan pada rutan lainnya akan mengikuti pencoblosan pada masing-masing rutan.

"(Total) 63 orang tersebut hanya yang ditahan di Rutan Cab KPK dari 3 lokasi, gedung lama KPK di C1, belakang Gedung Merah Putih KPK di K4 dan Rutan Guntur. Sedangkan tahanan lain yang dititipkan di rutan lainnya mengikuti proses dan penyelenggaraan di rutan tersebut," ucapnya.

Di antara para tahanan itu ada tersangka kasus suap Romahurmuziy alias Rommy yang saat ini masih menjalani pembantaran di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Mantan Ketua Umum PPP itu disebut Febri belum diketahui kondisi terkininya, apakah akan mencoblos di Rutan KPK atau tidak.

"Sampai hari ini masih pembantaran di Rumah Sakit Polri. Kami belum mengetahui apakah Rabu sudah kembali ke Rutan KPK," katanya seperti dilaporkan detik.com.

Tahanan KPK sebelumnya pernah ikut mencoblos dalam gelaran Pilkada DKI putaran kedua pada 2017. Ada 8 tahanan yang ikut mencoblos saat itu. Sementara itu, pada Pilkada Serentak 2018, KPK tidak menyiapkan TPS. Namun, ada tahanan yang diizinkan menggunakan hak pilihnya di daerah asal saat itu, yaitu eks Bupati Bandung Barat Abu Bakar.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load