Bupati Lampung Selatan Divonis 12 Tahun Penjara, KPK Masih Pikir-pikir

Kamis , 25 April 2019 | 22:40
Bupati Lampung Selatan Divonis 12 Tahun Penjara, KPK Masih Pikir-pikir
Sumber Foto Media Indonesia
Zainudin Hasan

JAKARTA - Bupati Lampung Selatan nonaktif, Zainudin Hasan hari ini divonis 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Lantas bagaimana sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas putusan itu?

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/4/2019) ini mengatakan, pihaknya masih pikir-pikir untuk melakukan upaya hukum lanjutan atas vonis itu.

"Putusannya memang lebih rendah. Tapi ada beberapa hal yang penting selain vonis penjara. Ada amar putusan terkait uang pengganti yang jumlahnya cukup signifikan dan juga pencabutan hak politik," ujarnya.

Dia menyebut jaksa pada KPK punya waktu 7 hari untuk mempertimbangkan tindaklanjut atas vonis majelis hakim terhadap Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan."Kami akan mempertimbangkan atau proses pikir-pikir sesuai hukum acara," katanya seperti dikutip detik.com.

Zainudin Hasan dihukum pidana uang pengganti Rp 66,7 miliar yang harus dibayarkan paling lama 1 bulan setelah putusan inkrah. "Bila tidak membayar, maka harta disita jaksa untuk dilelang dan disetor ke negara. Apabila terdakwa tidak mempunyai harta maka diganti pidana penjara selama 1,5 tahun," sebut Febri.

Selain itu, Zainudin Hasan juga dihukum pidana tambahan, yakni pencabutan hak politik selama 3 tahun.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load