Komnas HAM Bikin Tim Usut Tewasnya Maulana Suryadi Saat Demo di DPR

Minggu , 06 Oktober 2019 | 09:21
Komnas HAM Bikin Tim Usut Tewasnya Maulana Suryadi Saat Demo di DPR
Sumber Foto Detik.com
Ahmad Taufan Damanik

JAKARTA - Komnas HAM mengimbau keluarga mengadukan soal tewasnya Maulana Suryadi (23) alias Yadi saat demo ricuh di gedung DPR RI. Menurut Komnas HAM, pengaduan itu bakal mempermudah mereka untuk meminta Polri menyelidiki ulang kasus ini.

"Kita harap keluarga mengadu ke Komnas HAM sehingga memudahkan kami untuk meminta Polri menyelidiki ulang kasus ini, juga melakukan otopsi untuk lebih memastikan apa penyebab kematian almarhum," kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik ketika dihubungi semalam.

Ia meminta polisi menuntaskan kasus ini. Menurutnya polisi harus mengerahkan seluruh insturmennya untuk menyelidiki kasus ini."Kita juga minta polisi menggunakan semua instrumen yang ada untuk menyelidiki kasus ini sampai tuntas," Taufan menambahkan.

Maulana Suryadi alias Yadi ikut demo di sekitar DPR pada Kamis (26/9/2019). Tim Forensik RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, mengaku tidak menemukan bercak darah selama menangani jasad Maulana Suryadi. Hasil pemeriksaan RS Polri Kramat Jati menyatakan Yadi meninggal karena sesak napas.

Namun Ibu Yadi, Maspupah seperti dikutip detik.com mempunyai cerita tersendiri terkait kondisi jenazah anaknya. Dia yang mengaku kaget karena jenazah putranya bengkak dan berdarah. Maspupah menceritakan sebelum meninggal, Yadi ikut demo.

Selain Yadi, demonstrasi yang berujung ricuh juga menyebabkan dua korban tewas di Kendari. Kedua korban tewas itu adalah Randi dan Yusuf yang merupakan mahasiswa Universitas Halu Oleo. Randi dinyatakan tewas terkena tembakan. Sementara Yusuf dinyatakan tewas akibat pukulan benda tumpul.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load