Bawaslu Tolak Ajuan BPN Soal Situng Disetop

Kamis , 16 Mei 2019 | 11:34
Bawaslu Tolak Ajuan BPN Soal Situng Disetop
Sumber Foto Dok/Ist
Bawaslu

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak menggubris poin keberatan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang meminta proses input data hasil penghitungan suara ke Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) disetop.

Hal itu disampaikan Anggota Bawaslu, Ratna Dewi Petalolo dalam sidang putusan perkara Situng KPU, di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Dalan poin pertimbangan putusan Bawaslu atas perkara ini, Ratna menyebut Situng memiliki dasar hukum yang jelas dalam hal pembentukannya. "Pengaturan Situng adalah peraturan KPU Nomor 3 tahun 2019 dan peraturan KPU Nomor 4 tahun 2019, dibentuk berdasarkan adanya kewenangan KPU yg diberikan dalam pasal 13 huruf b UU Nomor 7 tahun 2017," dia menjelaskan.

Ia mengatakan bahwa ajuan keberatan BPN tidak tepat. Sebab dasar dari kesalahan input data Situng terletak pada salah input data penghitungan suara ke form C1. "Dalam scan masih terdapat kesalahan atau kekeliruan penginputan hasil pemindaian atau scan salinan form C1," katanya.

Karena itu, Ratna berpandangan kalau Situng masih dapat ditayangkan KPU. Sebab Situng adalah instrumen KPU dalam keterbukaan informasi. "Oleh karena itu keberadaan Situng hendaknya dipertahankan sebagai instrumen yang digunakan KPU dalam menjamin keterbukaan dan akses informasi dalam penyelanggaran pemilu bagi masyarakat," dia menyebutkan.

"Bahwa meskipun demikian KPU dalam menggunakan aplikasi Situng ini harus tetap memperhatikan mengenai ketelitian akurasi dalam memasukan data ke dalam aplikasi sistem sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat dan KPU harus memperhatikan setiap masukan perbaikan data," Dewi menambahkan.

Sebelumnya, Direktur Hukum dan Advokasi (BPN) Prabowo-Sandi Sufmi Dasco melaporkan KPU karena diduga melakukan kesalahan iput data hasil penghitungan suara ke Situng. Salah satu poin laporannya, BPN meminta Bawaslu menyetop proses input data hasil penghitungan suara ke Situng.

Mereka beranggapan kalau proses transparansi informasi penghitungan suara pemilu lewat Situng KPU justru membuat pendukung paslon 02 resah.(ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load