Polisi Tangkap Enam Pembakar Polsek Tambelangan Sampang

Minggu , 26 Mei 2019 | 18:42
Polisi Tangkap Enam Pembakar Polsek Tambelangan Sampang
Sumber Foto Cnnindonesia.com
Mapolsek Tambelang Sampang dibakar.

SURABAYA - Polda Jawa Timur (Jatim) mengamankan enam orang tersangka perusakan dan pembakaran markas Polsek Tambelangan, Sampang, Madura pada aksi 22 Mei silam.

"Enam orang kami amankan dan periksa secara maraton," kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, saat ditemui di Rumah Dinasnya, Surabaya, Minggu (26/5/2019).

Polisi masih mencari sejumlah orang lain yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran Mapolsek Tambelangan tersebut. Kepolisian dibantu para tokoh agama, ulama, kiai dan habaib dari Sampang.

Luki menduga para pelaku bersembunyi dan berlindung di pondok pesantren di Sampang dan wilayah di sekitarnya. Kepolisian juga sudah mengendus identitas dan keberadaan mereka."Kami sudah mengidentifikasi semuanya. Kami sudah berkoordinasi kepada kiai di pondok pesantren untuk membantu menyerahkan diri karena kami sudah punya identitasnya mereka," katanya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Polisi, ujar Luki, juga tengah mendalami siapa tokoh yang menyuplai dana kepada massa pelaku pembakaran tersebut. Selain itu, ia juga mencari siapa sosok pembuat bom molotov yang memicu terbakar hangusnya bangunan dan belasan kendaraan di Mapolsek Tambelangan."Kita lagi kembangkan ada sisa bom molotov yang hampir 28. Kami juga temukan juga siapa yang membuat nanti," tuturnya.

Keenam tersangka terduga pembakaran tersebut dapat dipersangkakan pasal 170 KUHP. Luki menyebutkan pasal tersebut masih bisa bertambah sebab massa diketahui juga diduga melakukan penjarahan barang di lokasi tersebut.

"Sementara perusakan pasal 170 (KUHP) kemungkinan juga kita kenakan pasal yang lain karena ada barang yang hilang. Apa barang di situ betul betul terbakar atau gimana tapi kalau terbakar seharusnya masih ada sisa sisanya," dia menambahkan.

Perwakilan kiai Sampang, KH Bukhori Maksum mendukung penuh langkah kepolisan dalam menegakkan dan menindak hukum terhadap pelaku pembakaran Polsek Tambelangan."Agar tidak ragu-ragu untuk menegakkan hukum kepada siapa-siapa yang terlibat dalam kejadian itu," kata Bukhori, yang juga Ketua MUI Sampang ini.

Ulama Sampang, kata Bukhori, selama ini telah berupaya mengedukasi santri serta masyarakat di sekitar Sampang untuk tak mudah terprovokasi dalam masa pascapemilu. Namun dengan kejadian ini ia yakin betul ada aktor intelektual yang mengendalikan massa untuk melakukan tindakan tersebut.

Mapolsek Tambelangan Sampang dibakar massa pada Rabu (22/5/2019) sekitar pukul 21.00 WIB malam. Diduga pembakaran itu dipicu berita bohong atau hoax yang menyebut seorang ulama Madura ditangkap polisi saat mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load