Hati-hati, Kurang Tidur Bisa Sebabkan Obesitas!

Kamis , 05 Desember 2019 | 00:12
Hati-hati, Kurang Tidur Bisa Sebabkan Obesitas!
Sumber Foto: Unsplash.
Kelelahan kronis bisa akibatkan stres berlebih.

JAKARTA – Tidur merupakan salah satu aktivitas penting. Setiap orang membutuhkan waktu tidur setidaknya 7-9 jam perhari, guna membuat tubuh dan fungsi otak agar berfungsi dengan baik. Namun, sering kali seseorang atau Anda mengorbankan waktu tidur untuk berbagai alasan seperti pekerjaan/tugas yang belum selesai atau bahkan bermain ponsel untuk sekadar berselancar di dunia maya.

Kurangnya waktu tidur dapat memicu berbagai masalah pada kesehatan tubuh Anda seperti tekanan psikologis hingga menyebabkan penyakit jantung/diabetes. Dilansir dari berbagai sumber, berikut akibat kurang tidur yang berisiko pada kesehatan Anda.

1. Membuat berat badan bertambah

Saat Anda kurang tidur, Anda rentan mengalami peningkatan berat badan akibat dorongan untuk makan akibat merasa lapar. Bukan hanya itu, kurang tidur juga akan membuat Anda selalu merasa lelah sehingga Anda seringkali tidak memperhatikan apa yang Anda makan. Inilah yang meningkatkan risiko obesitas. Tubuh yang kurang tidur cenderung memproduksi lebih banyak hormon ghrelin yang menimbulkan rasa lapar namun hanya sedikit menghasilkan hormon leptin yang mendatangkan rasa kenyang.

2. Kesehatan mata jadi terganggu

Tanpa Anda sadari, saat tubuh kurang tidur, akan muncul sejumlah tanda seperti mata merah, bengkak, lingkar hitam, dan kantung mata. Selain itu kurang tidur juga akan menyebabkan mata Anda menjadi sayu, dan mempertegas garis-garis serta kerut-kerut pada wajah. Hal ini terjadi akibat hormon yang memperbaiki jaringan tidak dapat bekerja dengan baik karena hormon ini berfungsi saat Anda tidur nyeyak.

3. Anda lebih rentan terhadap depresi

Kurang tidur juga dapat membuat Anda menjadi lebih mudah stres. Akibatnya risiko depresi tak terkendali. Terlebih, jika Anda memang memiliki gaya hidup tinggi stres dengan waktu istirahat yang tak menentu atau istirahat yang kurang berkualitas seperti pekerja malam hari atau pekerja dengan sistem shift.

4. Merusak elastisitas kulit

Ketika seseorang tidak selalu mendapatkan waktu tidur yang cukup, elastisitas kulit mereka akan menurun. Kelelahan kronis yang terjadi akibat kurangnya waktu tidur akan menyebabkan stres yang berlebih. Akibatnya tubuh lebih banyak memproduksi hormon kortisol yang memecah protein dalam kulit membuat elastisitas dan kehalusan kulit menurun.

5. Mengganggu fungsi kognitif Anda

Selain mengembalikan energi, peran tidur juga berpengaruh pada proses belajar. Waktu tidur yang kurang akan mempengaruhi kemampuan kognitif yang membuat Anda sulit untuk belajar secara efektif untuk berpikir, berkonsentrasi, dan memecahkan suatu masalah. Dampak lain kurang tidur akan membuat Anda sulit untuk mengingat sesuatu yang telah Anda pelajari.

Jika sudah muncul tanda-tanda diatas pada diri Anda, mulai sekarang perbaikilah waktu tidur Anda. Kurangilah hal-hal yang dapat mengurangi waktu tidur Anda dan kondisikan lingkungan senyaman mungkin agar Anda mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas.(M-1/E-4)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load