Kapolri Minta Aparatnya Berantas Begal

Selasa , 12 Juni 2018 | 03:15
Kapolri Minta Aparatnya Berantas Begal
Sumber Foto Breaking News
Kapolri Tito Karnavian

BAKAUHENI--Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala polres di Provinsi Lampung untuk memberantas begal yang meresahkan warga dan para pemudik yang melintasi wilayah Lampung. “Saya minta seluruh kapolres dapat mengatasi kasus pembegalan ini, kalau tidak bisa atasi begal, maka kapolresnya yang saya begal. Paham kan maksud saya?” ujar Tito saat ditemui usai kunjungan ke areal Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (11/6/2018).

Tito lalu meminta para kapolres dan jajarannya membuat tim khusus untuk mewujudkan hal tersebut. ”Kapolres semua harus buat tim khusus, tangkapin dulu mereka, kalau tidak tempel mereka, kalau masih belum bisa juga, silakan minta bantuan kapolda untuk menurunkan anggotanya yang bersenjata guna atasi begal ini,” tambahnya.

Selain meminta bantuan kapolda, lanjut Tito, kapolres juga bisa minta bantuan kepada komandan korem (danrem) setempat. “Kelompok begal-begal bisa saja ditangkap dengan cara lembut. Kalau masih melawan, tindak tegas,” tuturnya. Menurut dia, memberantas begal bukan hanya tugas aparat kepolisian. Tito mengatakan, peran aktif dari pemerintah juga dibutuhkan. “Pada prinsipnya pelaku kriminalitas itu, kami yang menangkap dan kemudian diproses secara hukum, tapi masih ada akar lalinnya yaitu perlu peran pemerintah untuk mengatasi ini,” ujar Tito.

Sebelumnya dikabarkan bahwa seorang pemudik yang menggunakan sepeda motor dibegal sekelompok orang di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Desa Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Korban pembegalan, Syahroni (31), warga Pekon Kejayaan Kabupaten Tanggamus, harus merelakan sepeda motornya lenyap akibat dibegal.

Selain mengambil kendaraan roda duanya, korban pun harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUADM) akibat luka bacokan di bagian kepalanya. Zulfahmi (45), kakak kandung korban, menjelaskan bahwa adiknya saat itu hendak mudik dari Bekasi, Jawa Barat ke kampung halamannya di Talang Padang berboncengan dengan rekannya yang juga satu kampung. "Memang adik saya ini berangkat dari Bekasi sudah siang," ujarnya.

Saat melintas di Desa Tarahan, tepatnya turunan Tarahan, dari belakang ada sekelompok orang tidak dikenal berjumlah tiga orang dengan mengendarai dua sepeda motor langsung memepet korban dan menendangnya. "Akibatnya adik saya dan rekannya langsung jatuh. Dan tanpa basa-basi, salah satu pelaku membacok adik saya menggunakan (pedang) samurai dan mengenai kepalanya, sedangkan rekannya tidak mengalami apaapa," ungkapnya seperti dikutip Antaranews.com.

Setelah melakukan pembacokan itu, ketiga pelaku pun langsung melarikan diri dan membawa motor milik adiknya tersebut ke arah Pelabuhan Panjang. "Selang setengah jam adik saya dan rekannya langsung ditolong oleh warga sekitar untuk dibawa ke puskesmas terdekat," ujarnya.
Akibat kejadian ini, adik dan rekannya tersebut telah melaporkan ke pihak kepolisian setempat untuk segera
ditindak lanjuti. "Untuk sementara sudah melapor ke Polsek terdekat, dan mudah-mudahan pelaku cepat ditangkap," ucapnya. 



Sumber Berita:Berbagai sumber

Tags :

KOMENTAR