Kalau Malu, Sebaiknya Yasonna Mundur

Minggu , 22 Juli 2018 | 13:00
Kalau Malu, Sebaiknya Yasonna Mundur
Sumber Foto tribunnews
Yasonna Laoly

JAKARTA – Kasus Lapas Sukamiskin Bandung Jawa Barat mencoreng wajah Menkum HAM Yasonna Laoly. Desakan mundur pun datang dariIndonesia Corruption Watch (ICW).

Akankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Yasonna Laoly?

Juru Bicara Presiden, Johan Budi SP saat dimintai konfirmasi, Minggu (22/7/2018) hanya berkomentar singkat. Katanya, Istana Kepresidenan menerima saran dari ICW."Sebagai sebuah saran dan masukan tentu baik sebagai bentuk kepedulian ICW," ujarnya seperti dikutip detik.com.

"Namun Presiden tentu punya mekanisme evaluasi dan ukuran sendiri terhadap kinerja para menteri-nya," dia menambahkan.

Sebelumnya, ICM menyoroti lemahnya pengawasan Yasonna terhadap lapas-lapas.  ICW mempertanyakan komitmen antikorupsi Yasonna dan jajarannya. Menurut data BNN yang disampaikan ICW, di lapas-lapas bandar narkoba juga ditemukan praktik suap. Sehingga, Jokowi harus melakukan evaluasi terhadap Yasonna.

"Sebaiknya Jokowi mengganti Pak Yasonna karena memang, jadi justru performance-nya Jokowi menurun akibat tidak diurus dengan baik. Kan ada isu, soal penjara, kedua revisi undang-undang KUHP," ujar Peneliti ICW Emerson Yuntho, Sabtu (21/7/2018) malam.

Mengaku Kecolongan

Semalam, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Dirjen Pas Kemenkumham) Sri Puguh Budi Utami mengaku kecolongan.

Ia langsung minta maaf ke presiden sepulangnya dari Thailand."Mohon maaf saya baru saja datang dari Thailand mengikuti pameran produk narapidana. Eh... dengan kejadian di Sukamiskin pastinya kami mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas kejadian ini. Kepada bapak presiden, dan tentunya kepada bapak menteri hukum dan ham," katanya.

Ia menambahkan, Menkum dan HAM Yasonna Laoly akan mengambil sikap tegas termasuk melakukan evaluasi terhadap pejabat dua tingkat di atas kalapas.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load