Kemendagri Belum Terima Surat Pengesahan Mundur Sandiaga

Jumat , 10 Agustus 2018 | 20:40
Kemendagri Belum Terima Surat Pengesahan Mundur Sandiaga
Sumber Foto satryo yudhantoko
Sandiaga Uno

JAKARTA - Sandiaga Uno resmi menjadi Bakal Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto siang tadi. Sandi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, otomatis harus mengundurkan diri sebagai pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Namun, Kementerian Dalam Negeri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/8/2018) menyebutkan, pihaknya belum menerima surat pengunduran diri Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta."Sampai dengan pagi ini kami belum menerima surat dari Pak Sandiaga Uno terkait rencana beliau maju dalam pemilihan presiden (pilpres)," kata Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar di Jakarta.

Dia menyebutkan, berdasarkan ketentuan Pasal 79 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa surat pengunduran diri wakil kepala daerah disampaikan kepada DPRD dan kemudian diumumkan dalam sidang paripurna. Selanjutnya, akan diusulkan pengesahan pemberhentiannya oleh pimpinan DPRD kepada presiden melalui Mendagri.

Namun, jika merujuk kepada UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu, dijelaskan Bahtiar, Sandi tidak perlu mundur jika ingin maju dalam Pemilu Presiden. Namun itu adalah hak konstitusional Sandi yg dijamin oleh Undang-Undang.

Kendati demikian, Bahtiar menilai bahwa proses administrasi pengunduran diri Sandi tidak mengganggu proses pencalonannya di KPU."Berdasarkan UU Pemilu dan UU Pemda tidak akan mengganggu prosess pencalonan beliau sebagai Calon Wakil Presiden. Prinsipnya Kemendagri pasti memproses secara cepat jika dokumen tersebut sudah kami terima secara lengkap," tuturnya.

Saat ditemui seusai pendaftaran Capres Cawapres 2019 di KPU, Sandi enggan menjelaskan alasan ia mundur sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta."Saya harus jelasin sesinya panjang sekali ini, karena ada filosofi-filosofi di balik itu. Salah satunya saya nggak mau menggunakan fasilitas negara karena saya ingin betul-betul rakyat melihat ada keseriusan dari kandidat tidak setengah-setengah, jadi all out," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, perihal orang yang menggantikannya diserahkan ke pejabat partai politik pengusungnya dan Gubernur DKI Jakarta. "Saya tidak dalam kapasitas itu, itu kapasitasnya partai dengan pak gubernur," dia menambahkan.(ryo)

KOMENTAR