20 Persen DPD Dukung Jokowi, Demokrat: Kita Beri Pencerahan

Kamis , 13 September 2018 | 18:20
20 Persen DPD Dukung Jokowi, Demokrat: Kita Beri Pencerahan
Sumber Foto satryo yudhantoko
Syarief Hasan

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan, mengakui 20 persen suara DPD lari ke pasangan calon Jokowi-Ma'ruf. Hal itu dianggapnya menyimpang dari komitmen awal keputusan partai mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Karena itu pihaknya akan memberikan arahan kepada sejumlah kadernya tersebut.

"Yang 20 persen itu diantaranya Jatim, Papua, NTT. Kemudian Bali, dan Sulawesi Utara. Ya seperti yang saya tegaskan beberapa kali, sebenarnya sebagian mereka juga sudah komitmen untuk mensukseskan program partai demokrat dalam pemilu legislatif di tahun 2019," katanya seusai Diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema "Isu Dua Kaki Demokrat Ganggu Parpol Koalisi?" di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Ia menegaskan kalau isu dua kaki yang beredar itu diketahui memiliki banyak alasan. Salah satunya karena situasi politik 2019 yang mengharuskan Pileg dan Pilpres dilangsungkan secara bersamaan. Hal itu bagi Demokrat menuntut kadernya untuk mengambil langkah yang berbeda dari partai. Di mana sebelum pengumuman dukungan terhadap Prabowo-Sandi, Demokrat menggelar rapat majelis tinggi dalam menentukan arah dukungan di Pilpres 2019.

Namun sangat disayangkan, keputusan partai tidak didukung sepenuhnya oleh seluruh kader. "Sebenarnya sih setiap kader itu harus patuh keputusan partai. Namun pada kasus ini berbeda, karena kita pernah survei di internal partai sebelum menentukan memilih Prabowo. Nah memang ada di antaranya yang memilih Jokowi," katanya.

Kendati demikian, Syarif mengaku bahwa keputusan partai telah bulat mendukung Prabowo-Sandi tanpa takut kehilangan suara di daerah. Untuk itu, Demokrat akan berusaha memberi arahan ke kadernya. "Jadi kita sekarang berusaha agar kader-kader yang mendukung Jokowi itu kita berikan pencerahan. Ya kita lihat hasilnya enam bulan kedepan. Mudah-mudahan mereka akan berubah semua. Segala sesuatu kan ada resiko. Memutuskan dukung Prabowo-Sandi juga ada pertimbangan khusus," dia menambahkan.(ryo)

 

KOMENTAR