Siang Ini Pelantikan Wakil Ketua DPR Tambahan

Selasa , 20 Maret 2018 | 10:08
Siang Ini Pelantikan Wakil Ketua DPR Tambahan
Sumber Foto Dok/Ist
Sidang Paripurna DPR.

JAKARTA – Jika tidak ada aral melintang, DPR, Selasa (20/3/2018) siang ini menggelar pelantikan tambahan Wakil Ketua DPR dalam sidang paripurna. Kursi tambahan pimpinan DPR dari Fraksi PDIP itu diberikan kepada Utut Adianto. Sidang paripurna digelar siang nanti di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Sebelum paripurna dimulai, pimpinan DPR bersama pimpinan fraksi akan menggelar rapat bamus.

Surat keputusan dari PDIP telah diserahkan kepada Ketua DPR Bambang Soesatyo, Senin (19/3/2018). Surat dari PDIP itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Tak hanya nama tambahan pimpinan DPR, dalam surat keputusan itu PDIP sekaligus menyerahkan nama Ahmad Basarah untuk mengisi kursi Wakil Ketua MPR.

Penyerahan nama keduanya ini berdasarkan revisi penambahan pimpinan MPR/DPR dalam UU MD3. Dalam UU No 17/2014 itu, kursi Wakil Ketua DPR ditambah satu, sementara kursi Wakil Ketua MPR ditambah tiga.

PDIP diberikan jatah masing-masing satu kursi di MPR dan DPR selaku partai pemenang Pemilu 2014.

Bambang menegaskan, pelantikan Wakil Ketua DPR yang baru tidak terpengaruh dengan uji materiil UU MD3 yang tengah diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, uji materiil hanya dilakukan terhadap beberapa pasal dalam UU MD3 yang dinilai kontroversial.

"Pasal mengenai penambahan satu kursi Wakil Ketua DPR di UU MD3, tidak termasuk dalam pasal yang akan diuji materiil oleh Mahkamah Konstitusi," kata Bambang, Senin (19/3/2018).

Pelantikan pimpinan MPR disebutkan digelar setelah pelantikan pimpinan DPR. Ketua MPR Zulkifli Hasan memastikan pelantikan tambahan pimpinan di MPR digelar dalam pekan yang sama.

Selain untuk PDIP, dua kursi lainnya di MPR masing-masing diberikan untuk PKB dan Gerindra. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani akan mengisi kursi tersebut. Kemudian disebutkan, Golkar juga mengganti Mahyudin dengan Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto dari kursi pimpinan MPR.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load