Perindo Teguhkan Kembali Jokowi di Pilpres 2019

Rabu , 21 Maret 2018 | 20:45
Perindo Teguhkan Kembali Jokowi di Pilpres 2019
Sumber Foto okezone.com
Hary Tanoesoedibjo di Rapimnas Perindo.
POPULER

JAKARTA - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) melalui Rapat Pimpinan Nasional II meneguhkan kembali dukungannya bagi Presiden Joko Widodo untuk maju dalam Pilpres 2019.

"Rapimnas Perindo secara garis besar punya dua tujuan, pertama konsolidasi kader Perindo di seluruh nusantara, dalam rangka Pemilu 2019. Kedua, dalam rangka peneguhan kembali Perindo untuk mencalonkan bapak Ir H. Joko Widodo sebagai capres dalam pesta demokrasi 2019," kata Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dalam pidato politik pembukaan Rapimnas di Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Hary Tanoe menekankan Perindo ingin memastikan Jokowi untuk dapat meneruskan pembangunan ekonomi, politik, sosial dan budaya yang selama ini telah berjalan ke arah lebih baik.

Dia mengatakan Perindo hadir bukan untuk meramaikan peta politik nasional, melainkan ingin turut mewarnai pembangunan bangsa. Oleh karena itu seluruh pengurus Perindo bekerja keras membangun partai hingga tingkat ranting kabupaten/kota hingga desa."Kami ingin betul-betul mewarnai pembangunan bangsa," ujarnya seperti dilansir antaranews.com.

Menurut Hary Tanoe, NKRI didirikan bukan semata-mata atas nama kemerdekaan melainkan juga untuk memastikan keadilan, persatuan dengan mewujudkan Pancasila.

Ia menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bangsa, oleh karena itu seluruh pihak harus bergandengan tangan membangun bangsa dan harus memposisikan diri membantu pemerintah untuk menjadikan Indonesia lebih sejahtera.

Menurut dia, secara khusus Perindo bertujuan untuk ikut aktif membangun, menciptakan lapangan kerja serta memperkuat pendidikan masyarakat, agar masyarakat dapat produktif membangun bangsa bersama-sama."Sehingga cita-cita bangsa berdaulat, adil, bersatu dapat kita wujudkan. Intinya Perindo berjuang dan ikut pemerintah dan partai politik lain senior-senior kami untuk membangun bangsa," dia menambahkan.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load