Survei: AHY Capres Poros Ketiga  

Minggu , 25 Maret 2018 | 12:30
Survei: AHY Capres Poros Ketiga   
Sumber Foto industry.com
Agus Harimurti Yudhoyono

JAKARTA – Ketua Kogasma pemenangan pilkada dan pilpres Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)  bisa sebagai calon presiden (capres) poros ketiga.

Hal itu berdasarkan hasil Lembaga survei PolcoMM Institute terkait elektabilitas capres dan cawapres poros ketiga di Pilpres 2019 yang dirilis di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Minggu (25/3/2018).

"Jika poros ketiga terbentuk, responden memilih AHY sebesar 21,00 persen dinilai pantas untuk diusung sebagai capres," ujar Direktur Eksekutif PolcoMM Institute Heri Budianto saat memaparkan survei 'elektabilitas capres-cawapres 2019' itu.

Selain AHY, calon lain di antaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan 15,33 persen, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo 12,33 persen, mantan Ketua MK Mahfud MD 10,25 persen dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 9,42 persen.

Heri mengatakan cawapres poros ketiga yang diunggulkan responden adalah Zulkifli Hasan. Ketua Umum PAN tersebut dipilih responden sebesar 21,25 persen sebagai cawapres."Lalu siapa calon wakil presiden poros ketiga yang sebaiknya diusung poros ketiga? Maka Zulkifli Hasan yang dipilih responden," ujar Heri.

Ia juga mengatakan responden menjawab poros ketiga akan terbentuk sebesar 30,45 persen dan tidak yakin terbentuk sebesar 20,19 persen Sedangkan yang tidak menjawab 49,39 persen.

Poros ketiga disebut bisa menjadi alternatif untuk poros Jokowi dan Prabowo. Responden memilih untuk hanya dua pasangan calon sebesar 41,15 persen."Sementara itu 37,48 persen menjawab sebaiknya tiga pasangan calon dan 13,50 persen menjawab tidak tahu. Sedangkan satu pasang melawan kotak kosong sebanyak 7,78 persen," kata Heri seperti dilansir detik.com.

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Survei dengan wawancara langsung secara tatap muka pada responden. Survei ini dilaksanakan mulai 18 Maret - 21 Maret 2018 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of eror sebesar 2,83 persen.



Sumber Berita: detik.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load