Penjualan Blanko e-KTP Lewat Tokopedia Sudah Ditangani Polisi

Kamis , 06 Desember 2018 | 18:34
Penjualan Blanko e-KTP Lewat Tokopedia Sudah Ditangani Polisi
Sumber FotoBaliPost
KTP Elektronik

JAKARTA--Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah mengatakan kasus penjualan blanko KTP elektronik (e-KTP) melalui Tokopedia sudah ditangani pihak kepolisian dan pelakunya teridentifikasi baik nama maupun pemilik rekeningnya.

“Penjual tersebut bernama Nur Ishadi Nata, sudah mengakui menjual 10 keping blanko yang diambil dari ruangan ayahnya. Ayahnya dulu adalah Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang. Saya sudah menugaskan Kadis Dukcapil Provinsi Lampung dan Ketua Forum Dukcapil Provinsi Lampung ke rumah penjual tersebut untuk benar-benar  bisa mendalami motif dan modusnya” ungkapnya.

Zudan juga berharap tidak lagi isu dan pemberitaan kasus tersebut yang bisa menimbulkan opini tidak benar di masyarakat. “Selanjutnya nama-nama dari pelaku penjualan blanko KTP-el tersebut diserahkan pada pihak Kepolisian” ucapnya dalam pernyataan yang dimuat pada situs resmi Kementrian Dalam Negeri, Kamis (6/12).

Secara kronologis, sejak hari Senin tanggal 3 Desember 2018, pihak dari Ditjen Dukcapil mendapat informasi hal ini dari rekan - rekan wartawan, sehingga Ditjen Dukcapil Kemendagri bergerak cepat langsung ke lapangan dan melacaknya.

Hari Selasa tanggal 4 Desember 2018, Ditjen Dukcapil langsung melaporkan ke Polda Metro Jaya dan melakukan rapat dengan perusahaan pencetak blanko serta berkoordinasi dengan pihak Toko Pedia tempat mengunggah penjualan blanko secara online.

Sehari berikutnya tepatnya hari Rabu Tanggal 5 Desember 2018, jajaran Ditjen Dukcapil segera menggelar  rapat dengan Toko Pedia untuk mendapatkan data pelaku. Data awal sudah didapatkan dan langsung dicek ke Data Base Kependudukan.

Zudan juga menyampaikan tindaklanjut dari temuan data dari pelaku  “Dari kemarin sore dan pagi ini Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Lampung dan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang bergerak ke rumah yang menawarkan blanko tersebut” ujarnya.

Pada prinsipnya setiap blanko KTP-el ada chip dan ada nomor serinya sehingga bisa dilacak dengan mudah.

Zudan menegaskan bahwa “siapapun dan pihak manapun yang melakukan perbuatan menawarkan dan menjual belikan blanko dokumen negara adalah kejahatan yang harus kita tanggulangi bersama-sama” tegasnya. 

“ Pihak Toko Pedia kami perintahkan untuk melakukan take down penawaran tersebut dan sudah dilakukan kemarin hari Rabu tanggal 5 Desember 2018”, pungkasnya.



Sumber Berita:Kemendagri.go.id

Tags :

KOMENTAR