Jadi Tersangka, Habib Bahar Tidak Ditahan

Jumat , 07 Desember 2018 | 07:03
Jadi Tersangka, Habib Bahar Tidak Ditahan
Sumber Foto satryo yudhantoko
Aziz Yanuar

JAKARTA - Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Bahar bin Ali bin Smith ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan selama 11 jam. Pemeriksaan itu dilakukan atas kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo yang disebut banci.

Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Habib Bahar, Azis Yanuar yang memberikan keterangan tanpa Habib Bahar, di lobi Kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat semalam.

Azis mengatakan, Habib berambut gondrong pirang itu dicecar 29 pertanyaan oleh penyidik Bareskrim Polri. Dari pemeriksaan tersebut, ia mengatakan kalau Habib Bahar bin Ali bin Smith telah ditetapkan sebagai tersangka. "Jadi setelah pemeriksaan sepanjang hari ini kepada Habib Bahar, tim penyidik menetapkannya sebagai tersangka," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa kliennya tidak ditahan malam ini juga. Karena, penyidik dikatakan Azis menilai Habib Bahar tidak melarikan diri, tidak menghilangkan dan atau merusak barang bukti dan tidak mengulangi perbuatan.

Sebelumnya, penceramah FPI itu dilaporkan oleh Sekjen Jokowi Mania, La Kamarudin, ke SPKT Bareskrim pada Rabu (28/11/2018). Habib Bahar dilaporkan atas dugaan melakukan kejahatan terhadap penguasa umum, kejahatan tentang diskriminasi ras dan etnis, serta ujaran kebencian.

Dalam laporan bernomor LP/B/1551/XI/2018 BARESKRIM, Habib Bahar disangkakan melanggar Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2).(ryo)

 

KOMENTAR