KPK Tunggu "Nyanyian" Budi Mulya Soal Skandal Century

Jumat , 07 Desember 2018 | 08:20
KPK Tunggu
Sumber Foto Dok/Ist
Saut Situmorang

JAKARTA - Budi Mulya, terpidana kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) Bank Century mengajukan justice collaborator (JC).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pengajuan JC. Bahkan, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menyebut peran Budi Mulya mampu membongkar skandal kasus Bank Century lebih dalam."Dia akan membuka kasus lebih besar, itu syaratnya. Nanti kita lihat [pengajuan JC] perkembangannya, saya belum baca suratnya," ujar Saut saat berkunjung ke Palembang, Kamis (6/12/2018).

Ia menjelaskan, pengajuan JC Budi Mulya bisa diterima dalam dua syarat. Pertama, yang mengajukan bukan pelaku utama, dan syarat yang kedua yakni bisa menyeret nama lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Pengajuan JC dari terpidana 15 tahun penjara tersebut saat ini masih diproses oleh pihaknya.

Dengan adanya pengajuan tersebut, Saut mengatakan, Budi Mulya sudah siap untuk bekerja sama dengan KPK untuk memperlancar penyelidikan kasus dugaan korupsi yang mandek sejak Budi divonis pada 2015 lalu.

Dia pun tidak mempermasalahkan pengajuan JC yang disampaikan oleh anak Budi, Nadya Mulya."Boleh saja ajukan JC itu, dia [Nadya] kan mewakili keluarga. Kita tunggu saja prosesnya nanti. Sudah ada [titik terang]. Kita lihat perkembangannya. Kalau memang disetujui, tentu akan lebih lancar untuk kita buka kasus yang lebih besar," ujarnya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Sebelumnya, keluarga terpidana kasus Bank Century, Budi Mulya mendatangi gedung merah putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada Rabu (5/12/2018). Kedatangan mereka untuk menyerahkan dokumen permohonan JC atas nama Budi.

KOMENTAR